Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro didampingi anggotanya Sugi Hartono dan Dyah Ratna Harimurti saat mengunjungi panti asuhan cacat ganda Bhakti Asih Bongsari Semarang Barat (Humas DPRD Kota Semarang).
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro didampingi anggotanya Sugi Hartono dan Dyah Ratna Harimurti saat mengunjungi panti asuhan cacat ganda Bhakti Asih Bongsari Semarang Barat (Humas DPRD Kota Semarang).

SEMARANG – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali mengadakan kunjungan lapangan. Kali ini komisi yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat ini mengunjungi tiga panti asuhan yang selama ini menjadi binaan Dinas Sosial Kota Semarang.

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro ini diikuti segenap anggota komisi, diantaranya Dyah Ratna Harimurti dan Sugi Hartono. Panti asuhan yang dikunjungi adalah PA Bhakti Asuhan di Jalan Ismangil Bongsari Semarang Barat, PA Among Jiwo di Jalan Beringin Raya Ngalian.

Terakhir adalah PA Al Hikmah Jalan Beringin Raya Ngalian. Dalam kunjungan ini pimpinan dan segenap anggota Komisi D berinteraksi langsung dengan penghuni panti. Seperti di PA Bhakti Asih yang menampung penyandang cacat ganda. Bahkan Ketua Komisi D Laser Narindro bersama anggota sempat menggendong anak-anak yang kurang beruntung ini.

Usai mengunjungi tiga panti tersebut, Laser Narindro meminta Dinas Sosial segera melakukan pendataan seluruh anak panti asuhan di Kota Semarang. Hal tersebut dilakukan agar anak panti asuhan bisa mendapatkan bantuan berupa pendidikan, kesehatan, dan bantuan lainnya dari Pemerintah Kota Semarang.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, dari data tersebut nantinya bisa diverifikasi oleh Dinas Sosial, kemudian dari data itu, diharapkan setiap anak panti asuhan bisa mendapatkan kartu difabel atau sejenisnya untuk bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot. Langkah ini dilakukan agar mereka juga mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak.

“ Harapan kami dari kartu tersebut nantinya dapat dipakai untuk pembiayaan pendidikan kesehatan, lalu juga bisa untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas bantuan lainnya dari Pemerintah Kota Semarang, sehingga mereka bisa sekolah sesuai dengan keinginannya dan bisa meraih cita-cita,” ujar Laser Narindro.

Laser Narindro menyebutkan, bahwa ada beberapa kriteria panti asuhan. Yakni panti asuhan normal, panti asuhan, cacat ganda, dan panti asuhan anak gelandangan. Pihaknya berharap adanya komunikasi dua arah dari pihak panti asuhan dalam pendataan dan penginformasian data anak asuh setiap panti asuhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Tommy Yarmawan Said menerangkan, berdasarkan data yang ada di Kota Semarang terdapat ratusan panti asuhan. Namun hanya puluhan panti asuhan saja yang masih aktif hingga saat ini. “Tercatat ada 120-an panti asuhan, namun  yang aktif sekitar 60-an Panti. Untuk anak asuhnya, lebih dari 500-an,” imbuhnya.

Dinas Sosial, lanjut Tommy Yarmawan  Said, banyak melakukan kegiatan berupa sosialisasi dan kepelatihan. “Dinas Sosial ini kan baru ya, banyak kegiatan yang kita lakukan seperti sosialisasi dan pelatihan untuk lansia, anak jalanan, dan panti asuhan. Jadi harapan kami mereka bisa terlatih kemudian meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya. (HMS)