33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Komisi D DPRD Kota Kunjungi Panti Asuhan

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali mengadakan kunjungan lapangan. Kali ini komisi yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat ini mengunjungi tiga panti asuhan yang selama ini menjadi binaan Dinas Sosial Kota Semarang.

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro ini diikuti segenap anggota komisi, diantaranya Dyah Ratna Harimurti dan Sugi Hartono. Panti asuhan yang dikunjungi adalah PA Bhakti Asuhan di Jalan Ismangil Bongsari Semarang Barat, PA Among Jiwo di Jalan Beringin Raya Ngalian.

Terakhir adalah PA Al Hikmah Jalan Beringin Raya Ngalian. Dalam kunjungan ini pimpinan dan segenap anggota Komisi D berinteraksi langsung dengan penghuni panti. Seperti di PA Bhakti Asih yang menampung penyandang cacat ganda. Bahkan Ketua Komisi D Laser Narindro bersama anggota sempat menggendong anak-anak yang kurang beruntung ini.

Usai mengunjungi tiga panti tersebut, Laser Narindro meminta Dinas Sosial segera melakukan pendataan seluruh anak panti asuhan di Kota Semarang. Hal tersebut dilakukan agar anak panti asuhan bisa mendapatkan bantuan berupa pendidikan, kesehatan, dan bantuan lainnya dari Pemerintah Kota Semarang.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, dari data tersebut nantinya bisa diverifikasi oleh Dinas Sosial, kemudian dari data itu, diharapkan setiap anak panti asuhan bisa mendapatkan kartu difabel atau sejenisnya untuk bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot. Langkah ini dilakukan agar mereka juga mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak.

“ Harapan kami dari kartu tersebut nantinya dapat dipakai untuk pembiayaan pendidikan kesehatan, lalu juga bisa untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas bantuan lainnya dari Pemerintah Kota Semarang, sehingga mereka bisa sekolah sesuai dengan keinginannya dan bisa meraih cita-cita,” ujar Laser Narindro.

Laser Narindro menyebutkan, bahwa ada beberapa kriteria panti asuhan. Yakni panti asuhan normal, panti asuhan, cacat ganda, dan panti asuhan anak gelandangan. Pihaknya berharap adanya komunikasi dua arah dari pihak panti asuhan dalam pendataan dan penginformasian data anak asuh setiap panti asuhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Tommy Yarmawan Said menerangkan, berdasarkan data yang ada di Kota Semarang terdapat ratusan panti asuhan. Namun hanya puluhan panti asuhan saja yang masih aktif hingga saat ini. “Tercatat ada 120-an panti asuhan, namun  yang aktif sekitar 60-an Panti. Untuk anak asuhnya, lebih dari 500-an,” imbuhnya.

Dinas Sosial, lanjut Tommy Yarmawan  Said, banyak melakukan kegiatan berupa sosialisasi dan kepelatihan. “Dinas Sosial ini kan baru ya, banyak kegiatan yang kita lakukan seperti sosialisasi dan pelatihan untuk lansia, anak jalanan, dan panti asuhan. Jadi harapan kami mereka bisa terlatih kemudian meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya. (HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rekomendasikan Kantor DLH Tidak Dipindah

UNGARAN – DPRD Kabupaten Semarang merekomendasikan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang untuk tidak dilakukan pemindahan. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, mengatakan...

Wakafkan Lahan untuk Kantor Koramil

BATANG - Pesantren dan TNI merupakan satu kesatuan. Bahkan dalam sejarah zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak panglima perang dulu berasal dari pesantren. Hal tersebut...

Ubay Ramaikan Pensi SMPN 2 Kota Magelang

MAGELANG - Ubay, penyanyi jebolan Indonesian Idol tahun 2014 sukses membawa penonton larut dalam lengkingan suaranya yang memukau saat melantunkan lagu Kangen milik Dewa...

Bisnis Sate Taichan

RADARSEMARANG.COM - BERMODAL pas-pasan, namun kini Helena Yupita Ekaristi telah memetik hasil dari bisnis kulinernya. Meski terhitung baru, Helen --sapaan akrabnya-- sudah bisa meraup...

Sudirman Diminta Benahi Persoalan Pasar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Semarang dan Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang berharap pasangan Sudirman...

Dinas KPKP DKI: Peredaran Telur Palsu Hoax!

JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta bersama PD Pasar Jaya telah melakukan pengecekan terhadap telur ayam yang diduga palsu....