UNGARAN – Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram (melon) di Kabupaten Semarang diduga hanya permainan para agen belaka. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Moh Natsir, Minggu (10/9).

Natsir membenarkan jika kelangkaan tersebut sudah terjadi beberapa hari terakhir. “Kami mensinyalir adanya permainan di agen sehingga kami akan melakukan sidak secepatnya,” kata Natsir.

Selain dugaan permainan agen, menurut Natsir, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram disebabkan adanya perubahan kuota dari Pertamina. Dalam hal ini, Pemkab Semarang terus berupaya serta berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah lagi kuota gas melon.

“Sudah banyak keluhan dari masyarakat yang sampai ke kita. Makannya kita akan segera bertindak,” ujar Natsir. Warga di Kabupaten Semarang juga mengeluhkan akan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram tersebut.

Warga Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Yayuk, 56, mengatakan kelangkaan gas melon sudah terjadi sejak satu minggu yang lalu. “Susah mencarinya di warung atau toko yang biasanya menjual. Akhirnya beralih ke tabung gas 12 kg,” katanya.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin meminta warga Kabupaten Semarang untuk bersabar. Ke depan masyarakat Kabupaten Semarang tidak akan kekurangan gas elpiji. Pasalnya, tidak lama lagi akan segera dibangun pipa PGN dari Tambaklorok hingga Ungaran. Sehingga hal tersebut akan berdampak kepada mudahnya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gas.

Namun, terkait rencana tersebut, Mundjirin mengatakan pihaknya masih menunggu realisasi. Mundjirin menjelaskan jika dirinya belum tahu secara pasti apa yang menyebabkan pembangunan pipa PGN tersebut molor.

“Mungkin hitung-hitungannya belum pas. Tetapi, saya tetap mendorong supaya PGN dapat membangun pipa distribusi gasnya hingga sampai ke Ungaran. Apalagi di sini, banyak industri serta masyarakat yang membutuhkannya,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, PT PGN akan berinvestasi untuk membangun jaringan distribusi gas yang komprehensif di wilayah Semarang dan sekitarnya. Jaringan distribusi gas yang akan dibangun, yakni distribusi Jateng Tahap 1 (Semarang, Kendal, Demak) sepanjang 48 kilometer (km) dengan diameter 16 inci.

Tahap kedua meliputi wilayah Ungaran dengan panjang 34 km dengan diameter 16 inci. Untuk tahap ketiga di Solo Raya, Pati dan Pekalongan sepanjang 235 km. Pembangunan pipa distribusi gas PGN sepanjang hampir sepanjang 300 km, dilakukan usai merevitalisasi atau mengoperasikan pipa gas di Kota Semarang. (ewb/zal)