33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

BBWS Siapkan Pembongkaran Bangunan Eksisting

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG-Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana saat ini sedang melakukan inventarisasi untuk memersiapkan pembongkaran dan rekonstruksi bangunan eksisting yang terkena dampak pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Bangunan eksisting pada paket pertama, yakni dari muara Kelurahan Tanjungmas ke jembatan rel kereta api Kelurahan Kemijen. Di antaranya adalah jembatan rel kereta dan Jembatan Arteri Yos Sudarso. Selain itu, bangunan pintu air di Tanggul Rejo serta saluran pipa gas dan rumah pompa masing-masing di Kali Banger.

“Bangunan eksisting di sepanjang Sungai Banjir Kanal Timur perlu disesuaikan. Sebagian bangunan eksisting ini diperlukan pembongkaran dan rekonstruksi. Selebihnya akan dilakukan penyesuaian berdasarkan desain yang ada,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno, kemarin.

Dikatakannya, di antara bangunan eksisting sebagian di antaranya akan dilakukan pembongkaran seperti di Jembatan Kaligawe Lama. Selain itu, ada dua jembatan lama di Tambak Dalam Sawah Besar dan Citarum akan dilakukan rekonstruksi. “Saat ini, kami masih melakukan inventarisasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Termasuk koordinasi dengan Pemkot Semarang untuk memutuskan mana yang akan dilakukan pembongkaran atau rekonstruksi terlebih dulu,” katanya.

Sedangkan bangunan eksisting pada paket kedua, yakni mulai jembatan rel kereta api hingga Jembatan Citarum, meliputi lima jembatan umum, dua pintu air, saluran pipa gas dan dua rumah pompa. Kemudian, pipa saluran pembuangan, jembatan Telkom, dua tiang listrik serta jembatan PDAM.

Sementara paket ketiga, yakni dari Jembatan Citarum ke Jembatan Majapahit terdiri atas dua jembatan umum masing-masing di Majapahit dan Jembatan Kartini. Selanjutnya, tiga buah pintu air, tiga rumah pompa, kabel Telkom, empat tiang listrik dan sebuah jembatan pipa PDAM. “Tahap I meliputi galian sungai, mulai Jembatan Majapahit hingga muara dengan panjang 6,7 km. Kemudian, peninggian tanggul di sisi sungai dengan panjang 5,3 km, pembangunan parapet sepanjang 4,2 km dan pelindung tebing sepanjang 5,3 km,” terangnya.

Sesuai dengan Detail Engineering Design (DED), lebar sungai dari bagian atas setelah dinormalisasi menjadi 65 meter. Sedangkan lebar dasar sungai 50 meter.
Anggaran yang digunakan di tahap pertama kurang lebih Rp 560 miliar bersumber APBN, dengan sistem multiyeras atau tahun jamak.

Lebih lanjut, kata Ruhban, dalam pembangunan ini diperkirakan total galian sepanjang sungai kurang lebih 900.000 meter kubik. Selain itu, akan dibangun dinding penahan banjir dengan tinggi bervariasi, antara 40 cm-100 cm di sepanjang jembatan Kaligawe hingga Majapahit. “Setelah tahap I selesai, akan dilanjutkan tahap II mulai jembatan Majapahit sampai Pucang Gading dengan panjang sungai 7,7 km,” katanya.

Sedikitnya tercatat sebanyak 1.339 rumah warga di Bantaran Sungai Banjir Kanal Timur harus direlokasi dan 131.426 meter persegi tanah yang perlu dibebaskan. Mengenai berbagai macam fasilitas publik yang telah direncanakan adalah zona olahraga seluas 6,25 hektare di Kecamatan Gayamsari. Sedangkan di wilayah Kelurahan Karangtempel dilengkapi zona rekreasi dengan luas 6,25 hektare. Termasuk titik lain yang akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga dan rekreasi adalah di Kelurahan Sawah Besar, Pandansari dan Mlatiharjo. “Tidak hanya itu, di daerah Sambiroto akan disediakan areal rekreasi seluas 3,68 hektare dan di Rejosari dibangun taman bermain untuk anak seluas 5,90 hektare,” katanya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan ketika Pemkot Semarang akan melakukan pembangunan apapun, pembebasan lahan selalu menjadi tantangan paling berat. Bahkan sampai saat ini masih banyak pembebasan lahan yang belum bisa dilakukan sehingga membuat anggaran yang tersedia justru tidak terserap.

“Seharusnya, sosialisasi dilakukan jauh-jauh hari. Kalau sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), baik sinergi program pemerintah pusat, maupun provinsi, dalam program pembangunan mestinya bisa dipersiapkan. Pemkot seharusnya bisa lebih sigap dengan melakukan persiapan lebih awal,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Terpikat Motor Penakluk Himalaya

RADARSEMARANG.COM - Keberingasan Royal Enfield Classic 500 sudah santer di telinga pecinta motor gede (moge). Termasuk Rolla Otta. Dia penasaran ingin menjajal ketangguhan satu-satunya...

Tolak Aksi Rohingya di Candi Borobudur

MUNGKID— Rencana aksi peduli Rohingya yang akan dilakukan oleh sejumlah organisasi Islam di kawasan Candi Borobudur pada 8 September medatang, akhirnya batal. Selain lokasi...

Olah Menu Nusantara dengan Konsep Western

Bertepatan dengan tahun kedua berdirinya Nestcology sejak 2015 lalu, kafé ini menawarkan konsep baru dan sejumlah varian menu dengan tema Gastroversity. Kafé yang berada...

1.100 Buruh Nyonya Meneer Waswas

SEMARANG- Pasca diputuskan pailit, sedikitnya 1.100 buruh pabrik jamu legendaris Semarang, PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) bakal kehilangan pekerjaan. Selain itu, para buruh juga menjadi waswas akan kehilangan...

Dikenal Pendiam, sejak Kecil Diasuh Nenek

KABAR meninggalnya Agung Koko Prakoso, 21, sangat mengejutkan pihak keluarga. Apalagi warga Dukuh Gagung, Desa Sendangsoko, Kecamatan Jakenan ini meninggal dengan cara tragis. Jupri, paman...

Wakil Bupati Ajak Warga untuk Peka dan Peduli Lingkungan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebuah Desa jika ingin sejahtera, bisa terwujud apabila warganya peka dan peduli terhadap lingkungan. Selain itu juga harus memiliki sikap menghargai...