33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Tanam 8000 Bibit Bersama 1001 Pendaki di Lereng Merbabu

Lebih Dekat dengan Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Berawal dari gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi, sejumlah orang mendedikasikan dirinya menjadi sukarelawan sosial dan lingkungan. Salah satu komunitas peduli lingkungan ini, bernama Gugur Gunung Salatiga Peduli. Seperti apa?

NATHAZA AYUDYA

GERAKAN peduli lingkungan ini telah dibentuk sejak tahun 2006 silam dari Kota Salatiga. Gerakan ini sengaja menginisiasi dan menyadarkan masyarakat agar tidak menutup mata dengan keadaan sekitar. Baik dalam hal sosial maupun lingkungan.

Adalah Santo Handoyo, salah seorang pendiri yang mendedikasikan dirinya pada Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli. Meski setahun silam telah kembali ke hadapan Yang Maha Kuasa, namun semangatnya masih turun temurun di tengah-tengah komunitas peduli lingkungan tersebut.

Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli kini memiliki pengurus tetap sebanyak 30 orang dengan ketua Eric Setyo Darmawan. Mereka memiliki latar belakang yang beragam, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, petani, pegawai, hingga pengusaha. “Keanggotaan kami sangat terbuka bagi siapapun yang ingin terlibat atau menuangkan ide-idenya dalam menjaga lingkungan,” tutur Eric.

Gugur Gunung Salatiga Peduli telah melakukan perawatan dan penanaman dari Rumah Bibit untuk kegiatan penanaman 1001 pendaki. “Tahun lalu kami berhasil mengumpulkan 8000 bibit yang kemudian dibawa ke Lereng Merbabu dan ditanam secara bersamaan oleh 1001 pendaki,” ujar Eric saat ditemui di Rumah Bibit.

Penanaman tersebut, akta Eric, dalam upaya peningkatan penyerapan air hujan di area lereng gunung, khususnya yang sering dilanda kekeringan dan memiliki peluang terjadi kebakaran, terutama Lereng Merbabu Utara.

Rumah bibit sendiri terletak di Jalan Osamaliki Salatiga, tepatnya berada di hilir sungai dekat Jalan Osamaliki. Penanamannya diisi dengan tanaman endemik yang sesuai dengan iklim pegunungan yang memiliki fungsi penyerap air, seperti bibit akasia, bibit beringin, bibit cemara gunung, dan bibit puspo.

Tidak hanya reboisasi lingkungan dan penanaman saja, dalam waktu dekat Gugur Gunung Salatiga, akan mengadakan kegiatan workshop daur ulang untuk anak-anak di Desa Tengaran pada 24 September mendatang. Kata Eric, kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan dengan program Lereng Merbabu bagian utara. Workshop kali ini lebih menekankan pengenalan dan penerapan terhadap perilaku yang ramah lingkungan bagi generasi muda, seperti mendaur ulang barang-barang bekas menjadi barang serba guna, tas yang terbuat dari kain perca, gantungan kunci dari botol dan sedotan bekas, mengajarkan kepada anak usia dini untuk mengonsumsi paper bag dan tidak membuang sampah sembarangan, serta mengadakan aktivitas menggambar dan mewarnai bertema cinta lingkungan hidup.

“Selain itu, memberikan pengajaran tentang menjaga keseimbangan lingkungan, yakni penjelasan bahaya bencana yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti banjir diakibatkan oleh penumpukan sampah di sungai-sungai,” tuturnya.

Harapan Eric dan Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli adalah semakin bertambahnya jumlah komunitas peduli yang berdiri. Yakni komunitas yang didedikasikan untuk para generasi muda agar sadar lingkungan. “Saya bersyukur sejauh ini, sudah ada komunitas yang peduli dengan lingkungan, ada Ungaran Peduli dan Boja Peduli,” pungkasnya.

Adapun beberapa komunitas yang pernah bekerja sama dengan Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli, adalah Mahesapala Mapala STIE AMA Salatiga, Mapala STAIN Salatiga Mitapasa, dan Komunitas Akar Rumput. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Menjelaskan Indonesia Dalam Paham Singapura

Oleh Dahlan Iskan Robert Lai punya anak tiga. Wanita semua. Baru satu yang berumah tangga, memberinya dua cucu. Di Singapura dia tinggal di apartemen yang...

Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Belum terdistribusinya Kartu Tani membuat para petani di Kabupaten Semarang kesulitan menebus pupuk bersubsidi. Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengungkapkan hingga...

Polres Keluarkan Maklumat Soal Isu Penculikan

DEMAK-Maraknya isu penculikan yang bernada bohong membuat jajaran Polres Demak dengan cepat melakukan antisipasi. Kemarin misalnya, Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan berkeliling mensosialisasikan maklumat...

Ajari 2.500 Siswa Hidup Bersih dan Sehat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 2.500 siswa SD di Kota Semarang akan mengikuti Hygiene Campaign. Acara penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) tersebut...

Tiap Desa Wajib Kumandangkan Lagu Indonesia Raya

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa membuat terobosan baru untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Yakni dengan  mewajibkan seluruh desa dan kelurahan untuk memutar...

Akuisisi Bangunan Tak Bertuan

SEMARANG - Target menjadikan Kawasan Kota Lama Semarang sebagai salah satu World Heritage Unesco masih perlu jalan panjang. Di antaranya, masih banyak gedung tak bertuan...