MANDIRI: Salah satu wakil SDN 1 Purwokerto Kendal, Eva Dwi Agustin ketika mengikuti lomba beberapa waktu lalu (IST).
MANDIRI: Salah satu wakil SDN 1 Purwokerto Kendal, Eva Dwi Agustin ketika mengikuti lomba beberapa waktu lalu (IST).

SEMARANG – Siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Purwokerto Kendal patut menjadi contoh. Selain mendapat bekal ilmu pendidikan akademik, para murid sekolah juga mendapat bekal ilmu berkewirausahaan agar mandiri.

Praktek ilmu kewirausahaan yang diajarkan kepada siswa ini masuk dalam jam pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK). Murid yang mendapat jam pembelajaran SBK ini mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Kewirausahaan yang sudah diajarkan kepada para siswa ini adalah membuat telur asin dan berbagai menu makanan. Hasilnya juga membanggakan. Murid di sekolahan ini mampu menorehkan prestasi dalam perlombaan membuat makanan.

“Tahun 2015, murid kami Yeni Dwi Lestari mengikuti sampai tingkat Propinsi Jawa Tengah. Satunya, Eva Dwi Agustin, juara 2, Tingkat Kabupaten Tahun 2016,” ungkap Kepala Sekolah SD N1 Purwokerto, Sri Utami kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi para murid. Selain bisa untuk bekal kewirausahaan, juga menghemat uang jajan ketika di sekolah. “Kalau mereka kan bisa membuat dirumah, untuk bekal di sekolah, supaya tidak jajan sembarangan. Lebih sehat. Kita melatih siswa untuk mandiri dan berkewirausahaan sejak dini,” katanya.

Hasil karya lainya, para murid di sekolah ini juga bisa membuat tas berbentuk anyaman. Sedangkan rencana kedepan, Sri Utami akan mengajarkan membuat masakan makanan kue pokis.”Rencana mau kita ajari membuat pukis dan wedang ronde. Menu sederhana yang familiar,” terangnya.

Prestasi lainya, murid SD Negeri 1 Purwokerto ini juga menorehkan prestasi dibidang olahraga taekwondo menyabet juara tiga tingkat karesidenan. Menurutnya, berbagai prestasi tersebut diraih dengan perjuangan kerasnya dalam meningkatkan mutu dunia pendidikan di sekolahnya.

“Pretasi akademik juga bagus. Perjuangan keras ini sampai saya adakan sendiri, murid kelas 6 saya pelajaran tambahan sendiri. Hasilnya, dapat rangking satu terkait ujian tahun 2015, tingkat kecamatan. Setiap tahun masuk lima besar,” ujarnya.

Untuk mencetak siswa yang berprestasi, pihaknya juga telah menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Hal yang diperhatikan mulai dari kamar mandi kecil sampai tempat sampah yang selalu dijaga kebersihanya.

“Sekarang ini murid mencapai 200 siswa lebih. Tadinya kamar hanya 2 buat siswa laiki dan perempuan, sekarang ditambah, dua untuk murid laki-laki dan dua untuk perempuan. Jadi dipisahkan,” terangnya.

Selain itu, sekolah ini juga sekolah ini juga memiliki tempat UKS dan juga aktif adanya dokter kecil. Bahkan kegiatan ini, sekolah ini juga memiliki peralatan komplit sebagai penunjang kegiatan tersebut. “Kita punya alat tensi, timbangan termoter obat obatan. Kita juga ada kegiatan imunusasi,” pungkasnya. (mha/bas)