BERANTAS NYAMUK: Salah seorang petugas rescue Perindo Jateng saat melakukan fogging di salah satu SD di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (6/9) (Istimewa).
BERANTAS NYAMUK: Salah seorang petugas rescue Perindo Jateng saat melakukan fogging di salah satu SD di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (6/9) (Istimewa).

SEMARANG – Rescue Perindo Jawa Tengah kini tengah menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah endemik Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan Rescue Perindo siap memfasilitasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan sistem foging.

Belum lama ini pihak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rescue Perindo Jateng melakukan foging di sejumlah wilayah Semarang yang menjadi endemik DBD. Tidak berhenti di Kota Semarang saja, Rabu (6/9) lalu, Rescue Perindo Jawa Tengah melakukan foging di daerah Sragen, tepatnya di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

Ketua DPW Rescue Perindo Jawa Tengah, Mochsin Anwar, mengatakan foging dilakukan atas permintaan warga. Seperti warga di empat RT, yakni RT 09, 31, 32, dan 33 di RW IV, Desa Baleharjo,Kecamatan Sukodono. “Foging dilakukan di lingkungan  200 rumah, pekarangan, kandang sapi, dan sekolah,” ungkapnya.

Pencegahan wabah penyakit DBD, menurutnya, sangat diperlukan di wilayah Kecamatan Sukodono. Sebab, wabah DBD telah menelan 2 orang korban yang harus dilarikan ke rumah sakit pada Agustus lalu. Antusiasme warga tampak saat tim Rescue Perindo Sragen melakukan foging. Masyarakat turut membantu mengarahkan area-area yang berpotensi perkembangan nyamuk aedes aegypti.

Tidak hanya menggelar foging, Rescue Perindo juga melakukan edukasi pencegahan wabah DBD kepada masyarakat, menjelaskan bahaya wabah DBD hingga menempelkan stiker yang berisi himbauan pencegahan penyakit tersebut. Ke depan, Rescue Perindo akan melakukan fogging secara rutin di setiap wilayah kecamatan. “Kami ingin mencegah DBD biar tidak timbul korban lagi,” tuturnya. (*/zal)