Panti Tak Terdaftar, Tak Dapat Bantuan Pemkot

Komisi D Soroti Kesejahteraan Penghuni Panti

422
KUNJUNGI PANTI : Komisi D DPRD Kota Semarang saat mengunjungi Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih di Kelurahan Bongsari, Jumat (8/9) kemarin (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KUNJUNGI PANTI : Komisi D DPRD Kota Semarang saat mengunjungi Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih di Kelurahan Bongsari, Jumat (8/9) kemarin (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Tidak semua panti asuhan dan panti sosial terdaftar di Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Semarang. Akibatnya, lembaga tersebut sulit mendapatkan bantuan kegiatan. Padahal, APBD Kota Semarang sudah mengalokasikan anggaran tersebut.

Karena itulah, Komisi D DPRD Kota Semarang kembali menyoal tentang jaminan kesehatan dan kesejahteraan bagi penghuni panti asuhan maupun sosial. Untuk mengecek layanan sosial tersebut, Jumat (8/9) kemarin, komisi yang membidangi masalah sosial dan pendidikan tersebut mendatangi sejumlah panti asuhan dan sosial.

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi D, Laser Narendro ini pertama mengunjungi Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih di Kelurahan Bongsari. Setelah menemui dan menyerap aspirasi dari perwakilan yayasan, rombongan melanjutkan ke Panti Rehabsos Among Jiwo di Ngaliyan dan dilanjutkan ke Yayasan Panti Asuhan Al Hikmah.

Laser Narendro mengatakan Dinas Sosial (Dinsos) diharapkan dapat melakukan pendataan dan verifikasi penghuni panti yang ada di Kota Semarang, sehingga mereka bisa mendapat jaminan kesehatan maupun pendidikan dari pemerintah kota.

“Nantinya bantuan dapat diberikan dalam bentuk kartu difabel maupun kartu panti asuhan yang berfungsi sebagai pembiayaan pendidikan kesehatan dan fasilitas lain,” ujarnya.

Selain itu, harus ada komunikasi intensif dari pemilik panti kepada Dinsos terkait dengan jumlah anak panti secara periodik. Sedangkan bagi anak dari wilayah lain, pihaknya menjamin tetap akan diakomodasi selama panti yang menaunginya ikut mendaftarkan ke Dinsos. “Panti sosial dan panti asuhan juga dapat mengajukan proposal kegiatan di dinas yang diinginkan untuk mengisi kegiatan di panti tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Semarang Tommy Yermawan Said yang turut dalam tinjauan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Dinas Kesehatan terkait fasilitas penghuni panti yang didominasi anak terlantar. Saat ini, Dinsos memiliki anggaran untuk panti asuhan dan sosial senilai Rp 7 miliar yang digunakan untuk melakukan pelatihan dan sosialisasi dari mulai penghuni panti kategori lanjut usia, anjal dan anak panti.

Saat ini, Dinsos mencatat ada 125 panti asuhan di Kota Semarang, hanya 60 yang aktif menjalin komunikasi dengan Dinsos. Pihaknya siap memberi bantuan terhadap panti yang memang sudah terdaftar di pemkot.

“Sedangkan untuk panti cacat ganda diharapkan tahun ini akan segera mendapat bantuan konsumsi. Sementara untuk alat bantu pemkot membantu pencarian CSR dari pihak swasta maupun LSM,” tandasnya. (zal/ida)