33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Laga Penentuan Nasib PPSM

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

MAGELANG–Senin (11/9) lusa, menjadi partai penentuan nasib tiga klub di grup 4 Liga 2 Indonesia 2017/2018. Salah satunya, PPSM Sakti Magelang. Kekalahan 0-4 ketika melawan PSCS Cilacap pada Rabu (6/9) lalu, saat pertandingan persahabatan, membuat Head Coach Siswanto berpikir keras mematangkan strategi permainan. Utamanya, kala tandang melawan Sragen United di Stadion Wergu Wetan Kudus.

Ketiga grup yang menanti hasil pertaruhan nasib adalah Persipur Purwodadi di posisi 4 (15 poin), Sragen United di posisi 5 (14 poin), dan PPSM Sakti Magelang di posisi 6 (13 poin). Melihat posisi di klasemen sementara, Laskar Macan Tidar wajib menang besar saat melawan Sragen United. Kemenangan adalah keharusan jika ingin merebut posisi 4 (play off) dan membuka peluang tetap bertahan di Liga 2 musim berikutnya.

Hanya saja, perjalanan PPSM di laga terakhir, diperkirakan tidak akan mudah. Selain menghadapi Sragen yang juga butuh kemenangan untuk masuk play off, harus pula melihat hasil pertandingan lain antara Persipur Purwodadi vs Persipon Pontianak.

Partai melawan Sragen United di Stadion Wergu Wetan Kudus, bakal menjadi partai hidup dan mati. Target menang diusung anak-anak asuhan pelatih Siswanto “Kancil”. Tidak hanya menang, tapi menang dengan banyak gol untuk mengantisipasi jika Persipur vs Persipon berakhir seri.

Skenarionya adalah PPSM mulus ke posisi 4, jika Persipur kalah dari Persipon. Jika sebaliknya—apalagi kalau sampai kalah dari Sragen—habis sudah peluang anak-anak Kota Magelang di Liga 2 dan bersiap mengarungi musim depan di Liga 3. Misal PPSM hanya meraih hasil imbang dan Persipur juga imbang, maka PPSM tetap tidak lolos.

Tim pelatih dan jajaran manajemen PPSM menyadari hal itu. Siswanto mengaku fokus pada pertandingan super penting tersebut. Latihan terus dilakukan, meski ada jeda laga cukup lama sekitar dua pekan. “Kami benar-benar ingin fokus pada laga itu. Kekalahan saat latih tanding melawan PSCS Cilacap, cukup sebagai evaluasi mendalam bagi tim untuk mematangkan persiapan,” kata Siswanto, Jumat (8/9).

Siswanto mengatakan, kekalahan melawan PSCS Cilacap, menuntut pembenahan lini tengah dan daya gedor lini depan. “Kami harus melupakan hasil pahit ketika melawat ke Cilacap. Ada kelemahan di lini tengah dan lini belakang, sehingga harus kami benahi,” kata mantan Pelatih Persiba Bantul itu.

Terlebih, menurut Siswanto, saat melawat ke Stadion Citarum Semarang, timnya tidak bisa diperkuat salah satu pemain andalannya: Hasan Basri Lohy. Absennya Basri, menjadi salah satu titik lemah PPSM. “Karena itu, saat melawan PSCS, kami optimalkan pemain pelapis agar bisa beradaptasi dan membentuk komposisi tim yang solid.”

Manajer operasional PPSM, Eko ‘Concon’ mengaku peluang menang timnya tipis. Mengingat laga melawan Sragen United, juga dipengaruhi hasil dari pertandingan Persipur vs Persipon. “Namun, kita tetap berjuang keras mengejar tiga poin melawan Sragen.”

Pada pertandingan putaran pertama yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto Magelang, 15 Juli 2017 lalu, PPSM berhasil meraih poin penuh. PPSM menang lewat gol tunggal Rezza Ajie. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Jaga Kebugaran, Pangdam Gowes

MAGELANG–Panglima Komandan IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Sabtu (7/10) pagi, gowes menempuh jarak 40 km. Tatang tak sendiri. Ia bersama rombongan sebanyak 153...

Pemprov akan Lunturkan Budaya ‘Ritual Seks’ di Gunung Kemukus

SRAGEN - Pemprov Jateng berupaya menghapus kesan 'esek-esek' di sekitar makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen. Kawasan tersebut dikemas menjadi wisata religi....

Akurasi Capai 99 Persen, Peci Tetap Nyaman Dipakai

RADARSEMARANG.COM - Prihatin terhadap kondisi penyandang tunanetra yang seringkali kesulitan dalam menentukan arah kiblat, salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Politeknik Negeri Semarang...

Mayat Perempuan, Terjepit Ranting, Wajah Rusak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Warga sekitar Hutan Lindung Tinjomoyo digegerkan temuan mayat tanpa identitas di tepi Sungai Trangkil Kecamatan Gunungpati, Sabtu (17/3) sekitar pukul 15.30. Belum...

Tangkal Radikalisme Melalui Pembinaan Iman

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan siswa dari 24 TPQ di Kecamatan Tengaran mengikuti bina iman dan taqwa di halaman kantor Kecamatan Tengaran, Rabu (27/12) kemarin....

Terminal Bus Karangawen Rusak Parah

DEMAK-Keberadaan Terminal Bus Pasar Karangawen tak ubahnya bangunan tua tak berpenghuni. Kondisinya kumuh tanpa perawatan, menjadikan terminal ini ditinggalkan angkutan-angkutan umum. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat...