Aksi Rohingnya Berjalan Tertib

313
AMAN: Ribuan peserta aksi dari berbagai daerah memadati area Masjid An Nur untuk melaksanakan aksi peduli Rohingnya, kemarin (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).
AMAN: Ribuan peserta aksi dari berbagai daerah memadati area Masjid An Nur untuk melaksanakan aksi peduli Rohingnya, kemarin (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).

MUNGKID—Aksi peduli Rohingnya yang berlangsung di kompleks Masjid An Nur Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (8/9) kemarin, berjalan damai. Hampir 5000 peserta dari berbagai daerah, bergabung dalam aksi tersebut.

Pantuan koran ini, massa berdatangan sejak pagi hari. Polisi mulai melakukan pengamanan dan sterilisasi sejak perbatasan Magelang-Jogjakarta. Tiga lapis penjagaan dilalui para peserta sebelum sampai ke Masjid An Nur.

Beberapa peserta aksi mengenakan atributnya masing-masing. Di antaranya Muhammadiyah, FPI, GPK, Kokam, FUIB, Laskar Pembela Islam, HMI, dan sebagainya. Terbatasnya kompleks Masjid An Nur, membuat jamaah harus meluber hingga ke jalan raya.

Mereka menggelar kertas koran, plastik, maupun banner dan spanduk yang tak terpakai untuk digunakan sebagai alas. Aksi diawali dengan salat Jumat berjamaah.

Dalam khutbahnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Khudaifah, meminta agar aksi dilakukan secara damai. Wujud kepedulian terhadap umat muslim Rohingya, bisa dilakukan dengan menggalang dana dan doa bersama.

Usai salat Jumat, imam masjid yang juga Ketua MUI Kabupaten Magelang, Afiffudin, mengajak jamaah untuk melaksanakan salat ghaib, dilanjutkan doa bersama. Massa kemudian berkumpul di halaman masjid. Beberapa orang— termasuk koordinator aksi Anang Imammudin—berdiri di tangga masuk masjid, lalu berorasi.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia, bahwa kita umat muslim Indonesia merupakan umat yang cinta damai. Mari tunjukkan kepedulian kita terhadap umat muslim Rohingya, dengan menyisihkan sedikit rezeki kita melalui penggalangan dana untuk dikirim kepada mereka,” kata Anang.

Teriakan takbir, sesekali menggema diiringi kepalan tangga massa. Para peserta mulai terlihat membubarkan diri, usai orasi dan penggalangan dana dilakukan.

“Hari ini (kemarin), kegiatan aksi berjalan normal dan lancar. Tidak ada gagguan. Kita sudah mengimbau kepada para peserta untuk pulang ke daerah masing-masing usai kegiatan,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono.

Pengamanan aksi tersebut, kata Hindarsono, melibatkan sedikitnya 3000 personel. Terdiri atas TNI Polri. “Kompleks Candi Borobudur juga kita pastikan aman, tidak ada ganguan sama sekali. Pedagang, wisatawan, bisa menjalankan kegiatannya hari ini (kemarin).”

Koordinator Aksi, Anang Imamuddin menyayangkan ketatnya penjagaan oleh kepolisian. Sehingga, banyak peserta yang tidak sampai ke Masjid An Nur karena tertahan di sejumlah tempat. Mereka juga harus berjalan kaki cukup jauh, karena sterilisasi. “Banyak kawan kita yang tidak bisa masuk, karena ketatnya penjagaan.”

Padahal, lanjut Anang, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada para peserta untuk tertib. “Kita sudah konsekuen tertib, pakai helm, bawa SIM, STNK, tidak bawa senjata tajam.”

Salah satu anggota Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Karesidenan Magetan Jawa Timur, Hendri, 40 menjelaskan, mereka datang sebanyak 100 orang. ”Kami berangkat tadi malam dari Magetan sekitar pukul 00.00 menumpang satu bus dan dua mobil pribadi.” Dikatakan, “Ini murni dari keinginan kami, tanpa ada paksaan pihak tertentu untuk aksi empati terhadap suadara kita di rohingya Myanmar.” (vie/isk)