Wali Kota Pekalongan Meninggal

427
RUMAH DUKA: Jenazah Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid saat dibawa ke rumah dika di Jalan Toba, Pekalongan (Ist).
RUMAH DUKA: Jenazah Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid saat dibawa ke rumah dika di Jalan Toba, Pekalongan (Ist).

PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal. Wali kota yang akrab disapa Alex ini ditemuka tidak sadarkan diri di dalam kamar, setelah istirahat dari perjalanan dinas di Makassar.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Pekalongan, Arief Karyadi, menjelaskan,  selepas kegitan luar kota Alf Arslan sempat ke kantor. Akan tetapi, merasa badannya tidak enak dan mengeluhkan dadanya sakit. Kemudian pulang ke kediaman pribadi di Jalan Toba sekira pukul 11.30, dengan asumsi akan kembali ke pemkot pada pukul pukul 13.30 WIB. Namun pihak pemkot dapat kabar wali kota terjatuh di dalam kamar, sehingga segera mengirim tim medis ke rumahnya.

Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid (Ist).
Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid (Ist).

“Beliau baru saja pulang dari perjalanan dinas dari Makassar untuk menghadiri pameran Sulsel Expo 2017,” ungkap Arief.

Kemudian wali kota dibawa ke RSUD Bendan, Kota Pekalongan, untuk mendapatkan perawatan, namun kondisinya terus memburuk dan akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB jiwanya tidak tertolong lagi.

Dokter Spesialis Penyakit dalam Rumah Sakit Umum Bendan dr Kukuh Subekti menjelaskan, saat perawat datang ke kediaman Alex langsung masuk ke kamar. Kondisi tubuh wali kota dalam keadaan terbaring telungkup, dengan posisi tubuh yang tidak nyaman, dimungkinkan terjatuh.

“Pak Alex saat ditemukan perawat kami, kondisinya telungkup, sudah tidak bernafas, tidak teraba ada nadi dan detak jantung,” ucap dr Kukuh.

Tanpa dilakukan tindakan, perawat langsung membawa Alex ke RSUD Bendan untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Namun setelah dilakukan resusitasi (pertolongan jantung paruh) selama 2,5 jam oleh tim yang dipimpin dr Bima Spesialis jantung, dinyatakan meninggal dunia, pada pukul 15.30 WIB. Kemudian jenazah langsung dibawah ke rumah duka di Jalan Danau Toba Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Menurut dr Kukuh, kematian Alex diperkirakan penyebabnya ada dua kemungkinan, yaitu sumbatan jantung koroner atau bisa sumbatan pembuluh darah di otak, karena terlepasnya gumpalan darah yang entah dari mana.

“Secara teori ada dua kemungkinan, lepas gumpalan darah ke dalam jantung dan ke otak, sehingga menyebakan meninggal dunia,” ucapnya. Terkait riwayat sakit dari almarhum, selama ini dari catatan medis tidak memiliki riwayat sakit jantung.

Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah akan dimakamkan di kompleks makam di Pondok Pesantren Junaid, di sampaing makam ayahandanya tercinta H Junaid.

Putra pasangan H.A Zaky Arslan Djunaid dengan Hajjah Kustiningsih itu menikah dengan Hajah Ratna Sifia Sunhadji dan dikarunia dua putri kembar Amadea Revalana Djunaid dan Amadea Alena Djunaid. Almarhum Achmad Alf Arslan Djunaid adalah Wali Kota Kota Pekalongan periode 2015-2020 dan mengemban tugas bersama dengan Wakil Wali Kota Saelany Mahfudz. (han/zal)