Tak Izinkan Galang Dana di Jalan

358

MAGELANG—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Magelang tidak mengizinkan adanya praktik penggalangan dana yang mengatasnamakan organisasi massa Islam di jalan raya. Belakangan ini, MUI menemukan maraknya penarikan sumbangan untuk kemanusiaan umat muslim di Rohingya, Myanmar. Padahal, kegiatan mereka mengganggu pengendara yang melintas di jalan raya.

“MUI tegas mengharamkan penarikan amal di jalan yang dilakukan dengan mempersempit jalan. Apalagi kita tidak tahu asal-muasal uang itu dari mana saja kan,” kata Ketua MUI Kota Magelang, Ismudiyono, Kamis (7/9) kemarin.

Ismudiyono mengatakan, penarikan amal di jalan kerap tidak jelas sifat dan maksudnya. Ismudiyono bahkan menilai, pungutan amal semacam itu justru rentan terhadap aksi penipuan.

Untuk itu, lanjut Ismudiyono, MUI perlu menyerukan larangan tersebut kepada masyarakat. Apalagi saat ini marak aksi solidaritas terkait konflik yang menimpa umat muslim Rohingya. “Termasuk sumbangan masjid dan semacamnya. Sumbangan itu menjadi halal jika sama-sama ikhlas. Tapi akan sebaliknya jika yang dimintai sumbangan merasa terpaksa,” kata mantan dosen Pendidikan Agama Islam, Universitas Tidar, itu.

Penggalangan dana untuk aksi kemanusiaan maupun hal lain tentang keagamaan, lanjut Ismudiyono, bisa saja dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Atau, melalui lembaga terpercaya. “Di Kota Magelang, ada Baznas dan Lazismu. Dua lembaga ini menyalurkan hasil infaq dari warga dan penyalurannya selalu tepat sasaran.”

Maraknya penggalangan dana di jalan-jalan, baik yang bersifat menetap maupun berkeliling, menjadi sorotan serius MUI Kota Magelang. Meski akhirnya, lanjut Ismudiyono, hal tersebut tidak serta-merta bisa dicegah. “Kami tidak pernah menganjurkan penggalangan dana di jalan raya. Kalau dari MUI sudah jelas mengeluarkan fatwa haram, karena tidak jelas juga dasarnya apa, untuk melakukan penggalangan di jalan raya.” (cr3/isk)