33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Justru Memperkeruh Situasi

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Aksi Bela Rohingya yang rencananya digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, hari ini, Jumat (8/9), rentan ditunganggi pihak yang ingin memperkeruh kerukunan antarumat beragama di Jateng. Widhi Handoko dari forum komunikasi Pemerintahan Tokoh Agama dan Masyarakat Semarang (Petamas) menilai,Permasalahan di Rohignya adalah karena sumber daya alam dan politik. Jika dibawa ke SARA malah menjadi sensitif.

“Sebenarnya semua ajaran agama tidak mengajarakan peperangan, penindasan. Di Rohingnya itu bukan intoleransi, karena pemerintah Myanmar memandang itu sebuah peperangan, dengan terjadinya pelanggaran peperangan jangan dihubungkan dengan SARA,” katanya, Kamis (7/9).

Bakal calon gubernur (bacagub) dari PDIP ini berharap, aksi di Borobudur tidak menjurus ke isu SARA. Apalagi Myanmar memandang Indonesia adalah satu-satunya negara yang dipercaya untuk ikut mengatasi gejolak di Rohingya. Jika kepercayaan Myanmar hilang, dikhawatirkan akan menambah kesulitan untuk ikut mengatasi konflik di sana. “Akhirnya malah menambah penderitaan etnis Rohingnya,” ucap pengusaha ini.

Sementara, organisasi mahasiswa pergerakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Semarang, memutuskan tidak ikut dalam aksi Bela Rohingya di Borobudur Jumat. Humas KAMMI Semarang, Sigit Tirti Utomo, justru memilih aksi solidaritas di Semarang di hari yang sama.

“Setelah dikaji, kami memutuskan tidak ikut ke Borobudur. Karena tidak ada sangkut pautnya dengan tempat ibadah umat lain yakni Buddha. Kami akan menggelar aksi solidaritas mengecam kejahatan kemanusiaan di Myanmar,” katanya.

Di lain pihak, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Daroji meminta agar aksi bela Rohingya di Borobudur dibatalkan. Apalagi Borobudur selain sebagai tempat ibadah umat Buddha di waktu tertentu, juga sebagai destinasi wisata yang sudah mendunia.

“Selain itu, kaitannya dengan suadara kita di Borobudur sebagai aksi simpatik, tidak usah dilanjutkan karena kita sudah toleran, dengan umat muslim jumlah mayoritas dan umat Budha yang minoritas suasana sangat toleransi. Ini bisa menjadi contoh,” katanya.

Meski sebagai aksi simpatik, Ahmad Daroji justru mengkhawatirkan terjadi tindakan di luar kendali bahkan ditakutkan ada provokator yang menyulut pada anarkhis.”Tunjukan jika kita ini Rahmatan Lil Alamin, takutnya ada provokator yang menyulut suasana tak terkendali,” tambahnya. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hari Ini, Puncak Arus Mudik

SEMARANG – Arus kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang masuk ke Semarang mengalami kenaikan cukup signifikan pada Kamis (22/6) pagi hingga siang kemarin. Bahkan...

Pusat Oleh-Oleh Diserbu Pemudik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Arus balik Lebaran selalu membawa berkah bagi penjual oleh-oleh di Kota Semarang. Termasuk di Jalan Pandanaran Semarang. Hampir semua toko di...

PIMA JT Bagikan 1000 Paket Sembako

SEMARANG-Seribu lebih ibu-ibu yang terdiri para anggota Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMA JT) dan masyarakat sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), menerima...

Kejuaraan Taekwondo Targetkan 1.200 Atlet

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tiga kejuaraan taekwondo tingkat nasional dan regional, untuk kali keduanya akan digelar di Semarang. Kali ini merebutkan piala Gubernur Jateng, Rektor UNNES dan...

Rusunawa Khusus Lajang Sepi Peminat

SEMARANG - Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jrakah yang berdiri megah di Jalan Stasiun Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang, dibangun Pemkot Semarang khusus bagi para...

Pertumbuhan Perbankan Jateng Menggembirakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kinerja perbankan Jateng hingga mendekati akhir tahun lalu cukup menggembirakan. Bahkan, pertumbuhannya melebihi rata-rata pertumbuhan perbankan secara Nasional. Kepala Otoritas Jasa Keuangan...