Dosen Ngudi Waluyo Diwajibkan Penelitian Tiap Tahun

312
SUMPAH: Pengambilan sumpah kebidanan saat pelaksanaan wisuda Universitas Ngudi Waluyo (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SUMPAH: Pengambilan sumpah kebidanan saat pelaksanaan wisuda Universitas Ngudi Waluyo (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Dosen Universitas Ngudi Waluyo (UNW), wajib melakukan penelitian selama satu tahun sekali. Hal itu dikatakan oleh Rektor UNW, Subyantoro usai mewisuda ratusan lulusan dari kampusnya, Kamis (7/9).

“Meski masih berusia muda, tetapi UNW wajib memiliki pencapaian yang tinggi, diantaranya dosen wajib melakukan penelitian atau pengabdian setahun sekali hingga UNW telah melakukan kerjasama dengan ratusan institusi tingkat regional hingga internasional,” kata Subyantoro.

Pada kesempatan tersebut sebanyak 736 lulusan Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Kabupaten Semarang diwisuda. Subyantoro mengatakan para wisudawan memiliki rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) yakni 3,27.

“Wisuda periode ketiga ini, kami mewisuda 736 lulusan yang terdiri dari 170 lulusan program sarjana, 463 lulusan program diploma, dan 103 lulusan program profesi,” Subyantoro.

Untuk mahasiswa program studi (prodi) D3 Kebidanan, Joaninha Belo Ximenes pada wisuda kali ini memperoleh IPK tertinggi. Mahasiswi yang berasal dari Timor Leste tersebut, memperoleh IPK, yakni 3,94.“Melihat data kelulusan tersebut, saya melihat tingkat kelulusan Universitas Ngudi Waluyo makin meningkat dari periode ke periode,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat optimistis apabila lembaga pendidikan yang dipimpinnya memiliki kualitas yang lebih baik.“Meningkatnya kualitas pendidikan tentu sejalan dengan visi Universitas Ngudi Waluyo, yakni menjadi universitas berbudaya sehat dan bereputasi internasional,” katanya.

Ia juga berharap, setelah lulus dan diwisuda, para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu secara bertanggungjawab.“Enam nilai dasar yang didapat selama kuliah di kampus, yakni kepedulian, kepekaan, kebersamaan, keteladanan, kejujuran, dan kecendikiawanan,” katanya.

Sementara itu, Lulusan di kegiatan wisuda periode ketiga UNW, Joaninha Belo Ximenes mengaku senang dapat menjadi lulusan terbaik di kampusnya.“Usai lulus dari Universitas Ngudi Waluyo tentu ini bukan akhir tetapi awal kami untuk menerapkan semua ilmu, teori maupun praktik yang kami dapatkan di kampus ke dunia nyata,” ujarnya. (ewb/bas)