33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

52 Ribu Warga Belum Melakukan Rekam Data E-KTP

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

UNGARAN – Sebanyak 52.029 warga di Kabupaten Semarang belum melakukan rekam data. Data tersebut dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang. Jumlah itu berasal dari 750 ribu orang warga Kabupaten Semarang yang wajib memiliki E-KTP.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristiono mengungkapkan untuk menekan jumlah warga yang belum memiliki EKTP pihaknya sudah mempersiapkan beberapa strategi.

Diantaranya yaitu mengirimkan surat edaran ke masing-masing camat di Kabupaten Semarang untuk menghimbau warganya supaya segera melakukan rekam data bagi yang belum melakukan rekam data E-KTP.“Inventarisasi yang sudah kita lakukan pada semester pertama di 2017 ini ada sekitar 750 ribu orang yang wajib memiliki EKTP namun belum melakukan rekam data,” ujar Budi, Kamis (7/9).

Dikatakannya, masih banyaknya penduduk yang belum melakukan rekam data disebabkan minimnya pengetahuan tentang pentingnya E-KTP. Selain itu juga faktor usia juga cukup berpengarus dimana banyak warga yang sudah berusia diatas 50 tahun enggan mengurus E-KTP. “Kami mentargetkan di 2017 sebesar 100 persen sudah melakukan rekam data E-KTP,” katanya.

Padahal, pelayanan administrasi penduduk di Kabupaten Semarang saat ini sudah berkembang dengan baik. Dimana warga yang hendak melakukan rekam data dan mencetak E–KTP cukup datang di masing-masing kantor kecamatan terdekat.“Membuat surat edaran ke semua camat untuk berkoordinasi dengan kepala desa supaya warganya segera melakukan perekaman di kecamatan,” lanjutnya.

Untuk surat edaran tersebut, lanjut Budi, sudah siap untuk di edarkan pada minggu-minggu ini. Selain melalui surat edaran imbauan ke kecamatan, Dispendukcapil juga akan melakukan jemput bola. Diantaranya yaitu mendatangi SMA dan SMK di Kabupaten Semarang. rekam data akan dilakukan dari SMA/SMK yang satu ke sekolah yang lain.“Kita akan bekerjasama dengan SMA dan SMK di Kabupaten Semarang yaitu bagi siswa yang sudah berusia 17 tahun akan kami lakukan perekaman ke sekolah,” katanya.

Budi mengatakan cara terebut dinilai efektif untuk meningkatkan jumlah warga yang sudah melakukan rekam data E-KTP.“Untuk ke SMA dan SMK saya baru menyusun jadwalnya. Untuk intruksi ke camat sudah kita siapkan suratnya,” katanya.

Selama 2017 ini, Dispendukcapil Kabupaten Semarang sudah memperoleh 33 ribu blangko –KTP. Kesemua blangko tersebut sudah terdistribusikan ke masing-masing kecamatan. “Sudah kami distribusikan ke kecamatan dan sudah habis. Saya sudah mengajukan permohonan ke Mendagri untuk segera di drop lagi blangko E-KTP. September akan ada pengedropan,” katanya.

Sementara itu Kabid Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Agus Saryanto mengatakan meski E-KTP sudah bisa dicetak di kantor kecamatan namun pencetakan harus dibatasi. “Kekuatan printer untuk mencetak E-KTP hanya 75 keping saja. Jadi sehari hanya dilayani 75 pencetakan,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Pengedar Upal Sasar Pedagang Oprokan

SEMARANG - Antisipasi maraknya peredaran uang palsu (upal) selama Ramadan, aparat Polsekta Semarang Selatan blusukan di Pasar Mrican, Jumat (26/5) kemarin. Mereka mendatangi para...

Dewan Minta Potensi Desa Wisata Dikembangkan

SEMARANG – Potensi desa wisata yang ada di Jawa Tengah (Jateng) harus dioptimalkan. Sebab, jika dikelola dengan baik jelas akan berimbas bagi perekonomian masyarakat....

Sido Muncul Produksi Pasta Gigi

SEMARANG - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, memproduksi produk pasta gigi yang dinamakan "Sido Putih Ajaib, Muncul Kinclong". Pasta gigi merupakan produk...

TK Universal Ananda Borong 4 Piala

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Prestasi membanggakan diraih Anak-anak TK Universal Ananda dalam kejuaraan Bening Drumband Competition #8 yang dihelat di GOR Bahurekso Kendal. Prestasi ini...

Direktur Pokphand Terima DHC

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) menganugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tjiu Thomas Effendy atas jasanya...

Jadi Rujukan Transparansi Anggaran

BATANG–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merekomendasikan Kabupaten Batang sebagai pusat rujukan transparansi anggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan bagi kabupaten/kota di Indonesia. Kepercayaan tersebut merupakan hasil...