UNGARAN – Sebanyak 52.029 warga di Kabupaten Semarang belum melakukan rekam data. Data tersebut dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang. Jumlah itu berasal dari 750 ribu orang warga Kabupaten Semarang yang wajib memiliki E-KTP.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristiono mengungkapkan untuk menekan jumlah warga yang belum memiliki EKTP pihaknya sudah mempersiapkan beberapa strategi.

Diantaranya yaitu mengirimkan surat edaran ke masing-masing camat di Kabupaten Semarang untuk menghimbau warganya supaya segera melakukan rekam data bagi yang belum melakukan rekam data E-KTP.“Inventarisasi yang sudah kita lakukan pada semester pertama di 2017 ini ada sekitar 750 ribu orang yang wajib memiliki EKTP namun belum melakukan rekam data,” ujar Budi, Kamis (7/9).

Dikatakannya, masih banyaknya penduduk yang belum melakukan rekam data disebabkan minimnya pengetahuan tentang pentingnya E-KTP. Selain itu juga faktor usia juga cukup berpengarus dimana banyak warga yang sudah berusia diatas 50 tahun enggan mengurus E-KTP. “Kami mentargetkan di 2017 sebesar 100 persen sudah melakukan rekam data E-KTP,” katanya.

Padahal, pelayanan administrasi penduduk di Kabupaten Semarang saat ini sudah berkembang dengan baik. Dimana warga yang hendak melakukan rekam data dan mencetak E–KTP cukup datang di masing-masing kantor kecamatan terdekat.“Membuat surat edaran ke semua camat untuk berkoordinasi dengan kepala desa supaya warganya segera melakukan perekaman di kecamatan,” lanjutnya.

Untuk surat edaran tersebut, lanjut Budi, sudah siap untuk di edarkan pada minggu-minggu ini. Selain melalui surat edaran imbauan ke kecamatan, Dispendukcapil juga akan melakukan jemput bola. Diantaranya yaitu mendatangi SMA dan SMK di Kabupaten Semarang. rekam data akan dilakukan dari SMA/SMK yang satu ke sekolah yang lain.“Kita akan bekerjasama dengan SMA dan SMK di Kabupaten Semarang yaitu bagi siswa yang sudah berusia 17 tahun akan kami lakukan perekaman ke sekolah,” katanya.

Budi mengatakan cara terebut dinilai efektif untuk meningkatkan jumlah warga yang sudah melakukan rekam data E-KTP.“Untuk ke SMA dan SMK saya baru menyusun jadwalnya. Untuk intruksi ke camat sudah kita siapkan suratnya,” katanya.

Selama 2017 ini, Dispendukcapil Kabupaten Semarang sudah memperoleh 33 ribu blangko –KTP. Kesemua blangko tersebut sudah terdistribusikan ke masing-masing kecamatan. “Sudah kami distribusikan ke kecamatan dan sudah habis. Saya sudah mengajukan permohonan ke Mendagri untuk segera di drop lagi blangko E-KTP. September akan ada pengedropan,” katanya.

Sementara itu Kabid Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Agus Saryanto mengatakan meski E-KTP sudah bisa dicetak di kantor kecamatan namun pencetakan harus dibatasi. “Kekuatan printer untuk mencetak E-KTP hanya 75 keping saja. Jadi sehari hanya dilayani 75 pencetakan,” katanya. (ewb/bas)