Pinjam Modal Mudah, Tinggalkan Bank Tithil

604
WIRAUSAHAWAN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan pedagang Pasar Salaman Kabupaten Magelang, Rabu (6/9) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).
WIRAUSAHAWAN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan pedagang Pasar Salaman Kabupaten Magelang, Rabu (6/9) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).

MUNGKID – Usahawan muda didorong agar mau mengambil inisiatif berwiraswasta mandiri dalam mencari kehidupan ekonomi yang lebih baik. Bank Jateng memberikan kemudahan dalam memberikan modal usaha bagi para usahawan muda.

Kemudahan modal usaha dari Bank Jateng diungkapkan oleh usahawan muda, Nur, 23, asal Salaman, yang berwiraswasta sebagai pedagang mesin jahit bekas. Nur mengaku, usaha berjualan mesin jahit sudah berjalan sekitar 6 bulan dengan modal awal berasal dari bapaknya yang hanya tukang kayu. “Setelah usaha berjalan cukup bagus, kemudian saya memberanikan diri meminjam di Bank Jateng karena ternyata bunganya sangat kecil. Saya pinjam Rp 20 juta dengan tenor 3 tahun. Angsuran perbulan cukup ringan karena omset saya sebulan Rp 1.000.000-Rp 2.000.000,” papar lulusan SMK jurusan teknik mesin tersebut.

Nur menambahkan, pinjaman yang diajukan di Bank Jateng cukup mudah dan cepat karena tidak memerlukan jaminan apapun. “Syarat mudah, cuma KTP, KK dan surat keterangan usaha dari kepala desa. Dan hari ini sudah saya terima,” papar Nur.

Pedagang lainnya, Emi Sulistyowati, 43, mengaku sudah meninggalkan pinjam modal dari bank tithil atau rentenir karena bunga yang cukup tinggi. “Omset saya saja tertinggi hanya Rp 500.000 per bulan. Jika ambil pinjaman bunga tinggi, saya dapat apa?” jelas pedagang pakaian di Pasar Salaman tersebut.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan, pihaknya sangat memperhatikan para pelaku usaha kecil yang kesulitan permodalan. Selama ini para pelaku usaha kecil buta tentang pinjaman yang menguntungkan karena terbiasa dengan jasa-jasa peminjaman instan. “Akibatnya banyak pelaku usaha yang akhirnya terjerat lilitan utang sehingga akhirnya tutup usahanya. Bank Jateng sebagai pelopor kredit dengan bunga rendah, mempunyai misi untuk menyosialisasikan permodalan yang mudah untuk para pelaku usaha kecil,” ujar Nano, panggilan akrab Supriyatno, di sela-sela acara penyerahan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SP2K) kepada 5 pedagang Pasar Salaman, Rabu (6/9).

Bahkan saat ini, pihaknya sedang gencar merangkul para usahawan muda yang berwiraswasta dan membutuhkan modal usaha. “Kami langsung jemput bola dan kami kawal hingga sampai pencairan. Salah satunya seperti Mas Nur yang hari ini pinjamannya cair. Mas Nur adalah usahawan muda yang kreatif, dengan mengajukan pinjaman sebesar Rp 20 juta. Kita dorong usahawan -usahawan muda lainnya muncul seperti Mas Nur ini,” papar Nano.

Pemimpin Cabang Bank Jateng Koordinator Wilayah Magelang Herri Nunggal Supriadi, mengatakan, Bank Jateng sebagai pelopor bunga kredit terendah telah memudahkan para pelaku usaha kecil dengan pengajuan pinjaman tanpa jaminan. “Untuk para pelaku usaha kecil yang mengajukan pinjaman kurang dari Rp 25 juta, kami terapkan tidak ada jaminan apapun. Ini adalah bentuk kemudahan kami,” papar Herri.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi usahawan muda seperti Nur yang berani berwiraswasta. “Sosok pemuda seperti Mas Nur adalah sosok pemuda impian Bung Karno, sosok pemuda berdikari. Yang penting misal usaha sae (baik), sama Bank Jateng mesti dikancani dan dipinjami. Asal nanti nyicil ya,” kata Ganjar mengingatkan. (cr3/ton)