ATASI KEMACETAN : Wakil Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz saat launching Uji Coba Sistem Satu Arah di halaman Polsek Timur, Rabu (6/9) kemarin (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).
ATASI KEMACETAN : Wakil Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz saat launching Uji Coba Sistem Satu Arah di halaman Polsek Timur, Rabu (6/9) kemarin (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota dan dinas terkait melakukan uji coba Jalur Satu Arah (JSA). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan akibat jalur padat di perkotaan.

“Di antara permasalahan yang dihadapi Kota Pekalongan selain rob, adalah masalah kemacetan yang hingga kini hampir mencapai titik jenuh. Untuk mengurai kemacetan yang ada, kini kami mulai melakukan uji coba jalur satu arah di beberapa ruas jalan perkotaan,” kata Wakil Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz saat launching Uji Coba Sistem Satu Arah di halaman Polsek Timur, Rabu (6/9) kemarin.

Pihaknya dalam hal ini hanya bisa mengatur jalan lokal melalui Dinas Perhubungan (Dishub) yang bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota. Sedangkan untuk jalan utama, kewenangan berada di pemerintah pusat.

“Selama ini sudah kami kaji. Ternyata jalur satu arah merupakan salah satu solusi yang bisa kami berikan,” katanya.

Saelany berharap dengan diterapkannya sistem satu arah tersebut mampu memperlancar lalu lintas sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubunan, Slamet Prihantono menjelaskan bahwa uji coba jalan satu arah dilakukan mulai 6 hingga 30 September 2017.  Jika sudah tidak ada perubahan, akan dilakukan pemasangan rambu secara permanen mulai awal Oktober mendatang. Dan awal November sudah mulai diberlakukan penindakan bagi para pelanggar, jika masih ditemukan para pengguna jalan yang tidak mematuhi peraturan sistem satu arah tersebut.

“Kami ujicobakan dulu sembari melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Beberapa ruas jalan yang disepakati untuk dilakukan uji coba sistem satu arah yakni Jalan Salak yang semula dua arah menjadi satu arah yakni dari timur ke barat. Lalu Jalan Bandung yang semula dua arah menjadi satu arah dari timur ke barat. Adapun Jalan Manggis tetap dua arah. Sedangkan Jalan Blimbing dari arah utara ke selatan sampai dengan Jalan Jeruk yang semula satu arah menjadi dua arah. Sementara Jalan Blimbing dari arah selatan ke utara sampai dengan Jalan Jeruk tetap satu arah, kecuali sepeda motor. Berikutnya, Jalan Jeruk yang semula dua arah menjadi satu arah dari barat ke timur. Lalu, Jalan Semarang yang semula dua arah menjadi satu arah dari barat ke timur. (han/ida)