Peminat Angkutan Laut Makin Minim

385

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, dua tahun belakangan penumpang moda angkutan laut mengalami penurunan. Diperkirakan, penumpang mulai beralih ke angkutan udara dan kereta api.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, grafik statistik penumpang angkutan laut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada Januari 2015 grafik penumpang angkutan laut berada pada 16,75, menurun menjadi 10,51 pada Januari 2016. Begitu juga pada Februari 2015 yang berada pada 14,91 kemudian menjadi 9,56 pada Februari 2016 dan tinggal 5,84 di Februari tahun ini.

“Tren penurunan terus terjadi pada bulan-bulan berikutnya di dua tahun terakhir tersebut,” ujarnya, kemarin.

Namun, grafik jumlah keberangkatan penumpang angkutan laut dalam negeri melalui Pelabuhan Tanjung Emas naik tajam pada Juli lalu, bahkan mencapai 411,80 persen dibanding bulan sebelumnya. Yaitu dari 8.544 orang pada bulan Juni menjadi 43.728 orang pada bulan Juli.

“Bulan Juli naik tajam karena ada momen arus balik libur Lebaran. Bisa jadi karena angkutan lain penuh dan mahal, maka banyak yang memilih menggunakan angkutan laut. Tapi pola-pola pada bulan berikutnya kembali menunjukkan penurunan bila dilihat dari tahun-tahun sebelumnya,”ujar Margo.

Berdasarkan data statistik tersebut, diduga mulai terjadi pergeseran penggunaan moda angkutan penumpang. Para penumpang yang sebelumnya menggunakan angkutan laut bergeser ke angkutan udara dan kereta api.

“Secara nasional pun penumpang kereta api naik cukup tajam begitu juga dengan penumpang angkutan udara. Mungkin karena saat ini naik kereta api sudah lebih nyaman jadi banyak yang mulai beralih ke moda tersebut,”ujarnya. (dna/zal)