33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Pedagang Awul-Awul Sulit Ditemui

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN-Pakaian bekas impor atau yang kerap disebut awul-awulan pernah berjaya dan menjadi pilihan masyarakat. Namun sekarang sulit ditemui sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Pakaian Beka.

Padahal pakaian bekas tersebut sebagian untuk memenuhi kebutuhan sandangnya, dan sebagian lagi untuk sekedar berpenampilan modis. Maklum saja, meski hanya menjual pakaian bekas, namun awul-awul sebagian besar adalah pakaian bekas bermerek terkenal dengan harga terjangkau oleh semua kalangan.

Salah satu pedagang awul-awul, Febri mengakui selain karena adanya larangan pemerintah, diperparah dengan naiknya harga jual pakaian bekas impor juga menjadi penyebab lain. Akibatnya, sebagian besar pedagang awul-awul harus mengganti produk dagangannya menjadi pakaian-pakaian baru namun tetap murah. “Sekarang teman-teman banyak yang sudah ganti menjual pakaian serba Rp 35 ribu,” kata Febry.

Padahal, kata Febry, penjualan pakaian awul-awul memiliki prospek yang cukup bagus. “Masih banyak yang mencari pakaian bekas dari kalangan yang mengerti merek bagus dan sulit dicari di Indonesia. Sedangkan kalangan bawah seperti sopir truk, kuli, hingga petani yang katanya untuk pakaian dia bekerja,” ungkap Febry.

Pakaian awul-awulan memiliki harga terjangkau dengan merek ternama. Contohnya saja jaket dengan merek ternama, hanya dihargai Rp 10 ribu sampai Rp 200 ribu saja. Sedangkan pakaian serba Rp 35 ribu merupakan pakaian baru yang dijual dengan merek terkenal, namun bukan produk asli. ”Yang membeli biasanya pekerja pabrik. Karena murah, memang selera gaya pakaian mereka” ungkap Ahmad salah satu penjual pakaian serba Rp 35 ribu yang juga mantan penjual awul-awulan. (mg46/bas/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kembangkan Potensi Desa se Jateng

SEMARANG - DPRD Jateng terus mengebut penyelesaian Raperda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.  Sebab, Raperda itu sudah sangat dibutuhkan agar penataan desa di Jateng bisa...

Pengelolaan Sampah Terkendala Sarana

UNGARAN–Pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Semarang masih terkendala sarana dan prasarana. Hal itu dikatakan oleh Bupati Semarang Mundjirin, usai penandatanganan kerjasama antara Dinas...

Pura-Pura Beli, Gelapkan Motor

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Jajaran Polsek Leksono menangkap pelaku penggelapan sepeda motor berinisial S, warga Dusun Tawangsari RT 4 RW 1 Desa Krasak, Kecamatan Selomerto....

PB Arista Kuasai Anak Putra Madya

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Pemain klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Arista Ungaran menguasai pengumpulan juara kelompok usia tunggal anak putra madya Djarum Foundation Kejurkab Arista Cup...

Jual Obat Aborsi di Medsos

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Obat penggugur kandungan kini dijual bebas. Pelaku menawarkan obat aborsi tersebut lewat media sosial (medsos) Facebook. Namun aksi tersebut akhirnya terendus polisi....

Suluk Pencuci Hati

Tulisan hari ini tidak usah Anda baca. Tidak ada gunanya. Ini bukan soal kondom. Juga bukan soal bulog desa. Ini ‘hanya’ soal pedalaman. Pedalamannya seorang manusia....