Pedagang Awul-Awul Sulit Ditemui

2254
BERGANTI DAGANGAN : Para penjual pakaian impor bekas sekarang berganti jualan pakaian baru yang murah meriah (ERMAWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERGANTI DAGANGAN : Para penjual pakaian impor bekas sekarang berganti jualan pakaian baru yang murah meriah (ERMAWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN-Pakaian bekas impor atau yang kerap disebut awul-awulan pernah berjaya dan menjadi pilihan masyarakat. Namun sekarang sulit ditemui sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Pakaian Beka.

Padahal pakaian bekas tersebut sebagian untuk memenuhi kebutuhan sandangnya, dan sebagian lagi untuk sekedar berpenampilan modis. Maklum saja, meski hanya menjual pakaian bekas, namun awul-awul sebagian besar adalah pakaian bekas bermerek terkenal dengan harga terjangkau oleh semua kalangan.

Salah satu pedagang awul-awul, Febri mengakui selain karena adanya larangan pemerintah, diperparah dengan naiknya harga jual pakaian bekas impor juga menjadi penyebab lain. Akibatnya, sebagian besar pedagang awul-awul harus mengganti produk dagangannya menjadi pakaian-pakaian baru namun tetap murah. “Sekarang teman-teman banyak yang sudah ganti menjual pakaian serba Rp 35 ribu,” kata Febry.

Padahal, kata Febry, penjualan pakaian awul-awul memiliki prospek yang cukup bagus. “Masih banyak yang mencari pakaian bekas dari kalangan yang mengerti merek bagus dan sulit dicari di Indonesia. Sedangkan kalangan bawah seperti sopir truk, kuli, hingga petani yang katanya untuk pakaian dia bekerja,” ungkap Febry.

Pakaian awul-awulan memiliki harga terjangkau dengan merek ternama. Contohnya saja jaket dengan merek ternama, hanya dihargai Rp 10 ribu sampai Rp 200 ribu saja. Sedangkan pakaian serba Rp 35 ribu merupakan pakaian baru yang dijual dengan merek terkenal, namun bukan produk asli. ”Yang membeli biasanya pekerja pabrik. Karena murah, memang selera gaya pakaian mereka” ungkap Ahmad salah satu penjual pakaian serba Rp 35 ribu yang juga mantan penjual awul-awulan. (mg46/bas/ida)