33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Jangan Mudah Terpancing Provokasi

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

MAGELANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang mengimbau masyarakat tak mudah terpancing segala bentuk provokasi terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Muslim Rohingya, di Myanmar. Ditakutkan, provokasi justru akan memindahkan konflik tersebut ke Indonesia.

“Kami mengecam terjadinya tragedi itu, tapi tragedi itu tidak ada kaitannya dengan agama Buddha dengan Islam,” kata Ketua FKUB Kota Magelang Ismudiyono usai membacakan pernyataan sikap di hadapan Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang, dan tokoh-tokoh masyarakat, di depan kantor Badan Kesatuan Bangasa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang, Rabu (6/9).

Menurutnya, tragedi itu karena gejolak politik yang ada di Myanmar. Bahkan sekte Buddha di negara tersebut, berbeda dengan sekte Buddha di Indonesia. Ia juga menyayangkan, jika ada pihak yang menyeret-nyeret Candi Borobudur dalam lingkaran masalah ini.

Ia pun tak menganjurkan masyarakat menggalang dana dengan cara tidak resmi alias di pinggir-pinggir jalan. Lebih baik, menyalurkan ke lembaga-lembaga resmi atau ke organisasi masyarakat yang dipercaya.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan meminta masyarakat Wonosobo tidak ikut dalam aksi bela Rohingya di Kabupaten Magelang. “Kami siagakan personel di semua wilayah Wonosobo. Siapapun ormas maupun warga yang hendak ke sana dan berniat untuk turut serta dalam aksi, langsung kami suruh pulang,” terang Ridwan usai rapat koordinasi lintas agama di ruang transit Sekretariat Daerah Wonosobo, Rabu (6/9).

Menurutnya, unjuk rasa yang menggunakan tempat-tempat bersejarah seperti Candi Borobudur, itu dilarang. Meskipun demikian, pihaknya tetap mempersilakan sejumlah ormas maupun warga menggelar aksi di wilayah sendiri, baik berupa doa bersama maupun salat berjamaah. Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono yang turut hadir dalam rakor tersebut mengatakan siap mendukung penuh pengamanan terhadap masyarakat Wonosobo.

Seorang Pembina Agama Buddha Kabupaten Wonosobo Nyanaloka mengaku prihatin dan menolak keras atas peristiwa yang menimpa kaum Rohingya. Ia juga berharap masyarakat bisa menerima berita-berita yang objektif, bukan menelan mentah seluruh berita yang beredar. Saat ini banyak foto-foto hoax yang tersebar. “Semacam rekayasa yang digencarkan oleh beberapa oknum lalu digoreng oleh netizen yang tidak bertanggung jawab tanpa mengetahui kebenarannya,” ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Wonosobo Zaenal Sukawi juga meminta masyarakat untuk mengecek kebenaran berita yang didapat dari dunia maya. Tidak semua informasi harus ditelan mentah-mentah dan dianggap benar.

Sukawi mengimbau kepada masyarakat Wonosobo untuk tidak mengikuti aksi di Kabupaten Magelang. FKUB akan menggelar aksi sendiri di Wonosobo, seperti menggelar doa bersama dan lempar koin yang nantinya akan disalurkan sebagai donasi korban Rohingya.

“Itu bukan tindak kekerasan keagamaan. Tetapi lebih dekat pada tragedi kemanusiaan yang ada motif politik, motif ekonomi maupun motif kekuasaan. Kita punya prinsip bahwa agama apapun mengajarkan kasih sayang terhadap umat dan alam semesta,” jelasnya. (put/cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Dorong Kaum Rentan dapat Pekerjaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah berupaya memberikan kesempatan kepada kaum muda kurang mampu secara ekonomi dan rentan, perempuan, dan penyandang disabilitas untuk memasuki...

Bupati Segera Bangun Jembatan Darurat

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Jembatan vital, sebagai penghubung Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus. Jembatan tersebut berada di wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dan...

BTS 4G Makin Merata

SEMARANG–Telkomsel melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE secara agresif ke berbagai wilayah di Indonesia. Setelah Sumatera, kini layanan 4G LTE Telkomsel telah hadir melayani masyarakat...

Semarang Macet 37 Jam Setahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang masuk ke dalam daftar 100 besar kota termacet di dunia. Kota Atlas ini menempati urutan ke sembilan termacet di...

Waspada Dampo Awang

SEMARANG – PSIS Semarang akan melakoni matchday keempat di ajang Liga 2 musim 2017 pada Kamis (11/5) lusa. Johan Yoga dkk akan melakoni laga...

Bupati Luncurkan Saturday Night di Lolong

KAJEN–Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, akhirnya meluncurkan Saturday Night di Desa Lolong, Selasa (5/9) kemarin. Setelah sebelumnya video klip lagu Lolong ciptaan Ebiet G Ade...