SEMARANG – Hari ini, Kamis (7/9), sebanyak 33.853 haji dengan empat kloter jamaah haji embarkasi Solo pulang dari Arab Saudi dan mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Kloter I dijadwalkan mendarat pukul 07.00, dan akan disambut langsung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Farhani mengatakan, ini adalah jadwal yang dibuat kerajaan Arab Saudi. Untuk kloter I, adalah dari Kabupaten Banjarnegara. Dilanjutkan secara berurutan kloter II, kloter III, dan kloter IV di hari yang sama.

Dia berharap, jadwal pemulangan jamaah haji itu tidak mundur. Sebab, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya saat pemulangan kloter pertama cenderung mundur. Namun seiring sudah adanya dua jalur penerbangan menuju Adi Soemarmo Boyolali yakni dari Madinah dan Jeddah, diharap bisa tepat waktu.

“Semoga ketika penerbangan haji saat ini sudah bisa dari Madinah maupun Jeddah maka jadwal yang disusun pemerintah kerajaan Arab Saudi bisa tepat,” katanya, Rabu (6/9).

Mengenai jadwal pemulangan jamaah haji dari Jateng sudah disosialisasikan ke semua pihak keluarga. Menurut Farhani, informasi itu sudah disampaikan sejak para jamaah melakukan manasik haji. “Ketika ada perubahan waktu juga langsung kita informasikan ke Kemenag kabupaten dan kota serta keluarga,” ujarnya.

Dikatakannya, Kemenag Jateng telah menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, untuk menyambut kedatangan jamaah haji. Pada pemberangkatan haji tahun ini, awalnya akan diberangkatkan 34.112 orang namun ada 220 orang yang tak bisa diberangkatkan. Penyebabnya ada yang tidak mampu secara kesehatan, mengundurkan diri, ada pula yang mutasi ke provinsi lain. Total yang berangkat dari embarkasi Solo ada 33.892 orang.

Dari 33.892 orang tersebut, per Rabu (6/9), ada 39 orang yang wafat di Arab Saudi. Maka jemaah haji yang akan dipulangkan sejumlah 33.853 orang. Mereka yang wafat, penyebabnya rata-rata karena serangan jantung dan gagal ginjal. “Memang karena jemaah haji kita 45 persen sudah usia tua. Tapi jumlah yang wafat ini relatif lebih sedikit dibanding tahun lalu, tapi nanti baru bisa diketahui kalau semua sudah sampai di Jateng,” bebernya.

Menurutnya, penyelenggaraan haji tahun ini ada kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Utamanya aspek ketertiban, calon jemaah haji yang masuk asrama Donohudan tidak ada yang terlambat. (amh/zal)