Di Johar MAJT, Pendapatan Turun 50 Persen

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG- Derita para pedagang Pasar Johar yang menempati tempat relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tak pernah habis. Mereka masih mengeluhkan sepi pembeli. Tak heran, jika akhirnya banyak pedagang yang memilih tutup, dan pindah ke tempat lain.

Di MAJT blok F, misalnya. Sekitar 70 persen kios di blok ini sudah dibuka, meskipun ada beberapa kios yang masih belum ditempati oleh pemiliknya. Sebagian besar kios yang belum ditempati ada di blok F11 hingga blok F18.

“Ini sebenarnya masih belum pindah semua, Mbak. Karena toh beberapa pedagang yang mau pindah, tempatnya di sini ada yang belum siap,” ungkap Ny Darmo, pedagang bakso Surabaya di blok F5.

Menurutnya, selain faktor tempat yang belum siap, ada juga pedagang yang memang memilih untuk bertahan di Pasar Kanjengan, karena pendapatan di sana lebih besar.

Ya, di sana lebih rame, Mbak. Makanya ndak mau pindah sini. Jelaslah, wong di sini pasarnya juga sepi pembeli,” keluhnya.

Ny Darmo bahkan mengungkapkan, meskipun sudah mendapatkan kios yang layak, tidak lantas membuat jumlah pembeli berjubel. Yang dirasakan, setiap hari sepi pembeli.

“Kalau boleh dibilang, sejak pindah ke sini, pendapatan turun sampai 50 persen,” ujar Ny Darmo yang pindah ke Johar MAJT sejak awal 2016.

Selain itu, beberapa pedagang juga mengeluhkan masalah pemilihan tempat relokasi yang terbilang jauh dari pusat kota. Hal ini yang juga menjadi salah satu sebab, mengapa pasar sepi pengunjung.

“Kalau di sini jauh sih. Orang yang beli pasti jadi males. Apalagi yang nggak bisa naik motor, pasti transportasinya juga susah. Kalau dulu kan enak dekat kota, orang dari mana-mana aksesnya mudah gitu,” ujar Sriatun, pedagang bumbu dapur di blok F9. (mg43/mg44/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -