Bandel, Karaoke Ditutup Paksa

434
RAZIA : Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat memimpin razia tempat karaoke Minggu (3/9) dini hari (DOK RADAR BANYUMAS).
RAZIA : Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat memimpin razia tempat karaoke Minggu (3/9) dini hari (DOK RADAR BANYUMAS).

BANJARNEGARA – Karena membandel tetap beroperasi, sejumlah karaoke ilegal ditutup paksa. Razia dimulai dari Cahaya Karaoke yang berada di Perum Prima Mandiri di Jalan Selomanik depan komplek Balai Budaya. Saat tim tiba di lokasi, tempat karaoke tersebut ramai. Hampir semua ruang terisi, beberapa pemandu lagu juga sibuk melayani para tamu yang datang di tempat hiburan tersebut.

“Tempat hiburan ini mestinya sudah tidak beroperasi karena perpanjangan izinnya ditolak, namun masih beroperasi. Juga adanya aduan dan keberatan masyarakat dengan adanya tempat hiburan di sekitar komplek tersebut,” kata Kepala Satpol PP Banjarnegara Aris Sudaryanto.

Pelanggaran lainnya adalah tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) juga sudah habis masa berlaku, izin HO juga telah habis, melanggar jam operasional, menyediakan dan menfasilitasi minuman keras serta menyediakan pemandu lagu dengan pakaian yang tidak sopan. Dengan sejumlah pelanggaran tersebut, Satpol akhirnya menutup Cahaya Karaoke dan menyegelnya.

Dalam operasi ini, petugas juga menyita puluhan botol minuman keras, 11 CPU serta mendata 14 pemandu lagu (PL). Setelah menyegel Cahaya Karaoke, operasi dilanjutkan ke lima tempat karaoke yang ada di wilayah kota.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, selain menyegel karaoke yang masa izinnya sudah habis, pihaknya juga membubarkan lima tempat karaoke yang melebihi jam operasional yang ditentukan. “Cendol, Serayu Park, Willy, Diva, dan di komplek Jagalan. Sudah lewat jam satu malam,” katanya.

Sesuai aturan, tempat karaoke wajib tutup pada pukul 01.00 WIB, namun hingga pukul 02.00, tempat hiburan tersebut masih beroperasi dan masih banyak pengunjung yang datang dan pergi. (drn/din/jpg/ton)