1000 KK Banjaragung Kekurangan Air Bersih

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

TEGAL–Sekitar 1000 Kepala Keluarga (KK) di Desa Banjaragung, Kecamatan Warureja saat ini kekurangan pasokan air bersih. Air sumur yang selama ini menjadi tumpuan warga dalam mendapatkan sumber air sudah lama mengering sehingga mereka praktis hanya mengandalkan bantuan air bersih dari pihak terkait.

Darsono, 45, warga setempat mengatakan, krisis air bersih selalu menjadi persoalan klasik bagi masyarakat saat musim kemarau tiba. Sumur yang rata-rata memiliki kedalaman di atas 25 meter saat musim kemarau tidak lagi mengeluarkan air sehingga warga harus mencari sumber lain.

Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga bisa mendapatkan dari sumber seadanya. Tetapi, untuk air minum dan keperluan memasak, warga mau tidak mau harus membeli dari luar desa atau menunggu bantuan dari pihak luar yang selama ini sudah banyak memberikan bantuan.

Kondisi geografis desa yang dia huni menjadi faktor utama sehingga persoalan seperti ini selalu menjadi keluhan warga saat musim panas tiba. Ke depan, dia berharap agar pemerintah melalui dinas terkait bisa mencarikan solusi terbaik agar persoalan seperti ini tidak menjadi agenda tahunan.

“Jujur saja, setiap musim kemarau tiba, kami selalu kekurangan air bersih,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Desa Banjaragung Samuji menuturkan, saat ini, sekitar 1000 Kepala Keluarga (KK) di desanya mengalami krisis air bersih. Memang, bantuan air bersih sudah datang dari berbagai pihak, tetapi itu semua hanya bisa memenuhi kebutuhan utama masyarakat seperti air minum dan untuk keperluan di dapur.

Selebihnya, warga harus mencari sumber lain karena mereka juga membutuhkan air untuk mandi dan keperluan lain. Jika mengandalkan bantuan, maka apa yang diterima warga tidak sebanding dengan apa yang dibutuhkan.

Melihat kondisi seperti ini, desa juga merasa terpanggil untuk mencarikan solusi seperti membuat sumur resapan, sumur artesis dan sebagainya. Tetapi, semuanya di luar kewenangan desa sehingga pihaknya belum bisa mendapatkan solusi terbaik yang setiap musim panas selalu menjadi persoalan klasik di tengah masyarakat.

“Tekstur tanah di sini sangat keras sehingga sumber air sulit didapatkan ketika musim kemarau tiba,” pungkasnya. (gun/ima/jpg/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -