Wushu Siap Sukseskan Popnas

549

SEMARANG – Menyandang predikat cabang eksibisi dan keterbatasan peralatan atlet yang dimiliki, cabang wushu Jateng siap menyukseskan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Jateng, September depan. Sukses itu meliputi prestasi dan penyelenggaraan.

Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono mengakui, pihaknya tak menampik bahwa berstatus cabang eksibisi, wushu harus kerja keras dan ‘berjuang sendirian’ menghadapi Popnas. Perjuangan tersebut dimulai dari menyediakan peralatan atlet, persiapan TC, jadwal penyelenggaraan, bahkan mencari venue yang representatif¬† untuk Popnas.

”Banyak dinamika yang terjadi di wushu. Peralatan yang dipakai anak-anak itu peninggalan tahun 2014. Kami harus mencari beberapa alternatif venue Popnas sebelum akhirnya memilih di Graha Padma,” kata Sudarsono.

Meskipun demikian, pihaknya bersyukur dari kesiapan SDM atlet untuk Popnas, tak ada masalah. Wushu mendapatkan kuota delapan atlet di program PPLOP yang dikelola Disporapar Jateng. Dari delapan atlet, tujuh diantaranya adalah atlet nomor sanda (pertarungan) dan satu atlet nomor taolu (peragaan jurus).

Para atlet yang ditempa di PPLOP, kata dia, pola latihannya lebih terprogram. Tanpa bermaksud mengesempingkan peran sasana, atlet PPLOP  di nomor sanda menjadi kekuatan utama tim Jateng di Popnas, karena lebih menonjol kualitas tekniknya.

”Harapan kami ke depan, karena wushu sudah diformalkan melalui Popnas, maka pada Popda Jateng wushu juga perlu mendapatkan tempat. Jangan cabang kuwi-kuwi wae yang dikembangkan,” ujar wakil ketua umum II KONI Jateng itu.

Popnas wushu akan berlangsung di Tennis Indoor Graha Padma Estate Semarang, 10-13 September 2017. Cabang ini akan mempertandingkan delapan kelas nomor sanda yaitu 48 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, 65 kg putra, 48 kg, 52 kg dan56 putri. Di nomor taolu delapan nomor yaitu changquan putra dan putri, nanquan + nangun putra, daoshu + gunshu putra, taijiquan-taijijian putra dan putri, nanquan + nandao putri, jianshu dan qianshu putri.”Jateng berkekuatan lima atlet sanda putri dan tiga putri, sedangkan nomor taolu masih terus digodok karena banyak variabel yang menjadi pertimbangan,” tambahnya.

Ditambahkan dia,yang istimewa, penyelenggaraan Popnas dibarengkan dengan Kejurnas Wushu Junior 2017. Karena bersamaan waktunya dengan kejurnas ini, dia optimistis Popnas lebih punya greget karena seluruh provinsi di Indonesia akan berpartisipasi. (bas)