Setahun, Bupati Terima 58 Penghargaan

292
KERJASAMA: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, usai penandatanganan MOU dengan Universitas Pekalongan (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).
KERJASAMA: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, usai penandatanganan MOU dengan Universitas Pekalongan (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).

KAJEN – Meski Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, baru memimpin satu tahun pemerintahan di Kabupaten Pekalongan. Namun sudah 58 penghargaan yang diterimanya, baik penghatgaan tingkat internasional maunpun nasional. Termasuk penghargaan Adipura sebagai kota terbersih. Padahal sudah 18 tahun penghargaan tersebut tidak diterima Pemda Pekalongan.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Tri Bhakti Perguruan Tinggi dengan Universitas Pekalongan (Unikal). Penandatangan MoU tersebut dilakukan bersamaan dengan Dies Natalis ke-36 dan Wisuda ke-47 Mahasiswa Unikal, di Gedung HA. Djunaid Convention Center Pekalongan, Selasa (5/9).

Bupati Asip mengungkapkan bahwa bukan penghargaan itu yang diharapkan, namun yang paling penting adalah kerja nyata yang dilandasi dengan semangat kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja trengginas. Karena mandat kepemimpinan adalah mewujudkan apa yang kita sebut kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya Kabupaten Pekalongan dalam Indeks Pembangunan Manusiannya (IPM) masih sekitar 67,58, atau masih di bawah Nasional yang 69 dan Provinsi Jawa Tengah 68. Namun pada tahun 2018 nanti, dengan dibantu doa restu seluruh jajaran Unikal, pihaknya akan membawa IPM Kabupaten Pekalongan minimal setara bahkan melebihi Provinsi Jawa Tengah.

“Saya bersyukur karena mendapat support yang luar biasa dari Rektor beserta seluruh civitas akademika Unikal. Sehingga sampai hari ini performance Kabupaten Pekalongan, yang baru satu tahun dibawah kepemimpinan saya telah mendapat penghargaan baik tingkat international, nasional maupun regional yaitu sebanyak 58 penghargaan,” ungkap Bupati Asip.

Asip juga mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan ditunjuk oleh Pemerintah Pusat menjadi kabupaten yang mendapatkan program OBOR (One Belt One Road) Inovation dari Pemerintah Cina.

Menurutnya dengan adanya OBOR tersebut, akan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga bukan hanya SDM saja yang harus disiapkan untuk menyambut OBOR tersebut, namun juga infrastruktur dan kebijakan yang mendukung pembangunan.

“Nanti Kabupaten Pekalongan akan terhubung dengan salah satu kota perdagangan terbesar di Tiongkok namanya Yiwu dekat Shanghai Cina. Kemudian langsung dihubungkan dengan Moscow dan masuk ke Eropa Barat. Jadi titiknya ada di Kabupaten Pekalongan. Tentu ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Dan saya kira jawaban pastinya adalah adik-adik yang hari ini diwisuda,” kata Bupati Asip. (thd/zal)