Septiana Devi Permatasari (DOKUMEN PRIBADI).
Septiana Devi Permatasari (DOKUMEN PRIBADI).

BERBICARA di depan umum, di hadapan kamera, dan mikrofon studio sudah menjadi hal biasa bagi Septiana Devi Permatasari. Gadis yang akrab disapa Devi ini bahkan sudah menekuni karir sebagai penyiar radio, news anchor, dan master of ceremony (MC) sejak 2014 lalu.

Awalnya, ia tergabung dalam salah satu program siaran untuk pelajar SMA di RRI Pro 2 Semarang saat masih duduk di bangku kelas XI SMA. Sejak saat itu, ia menemukan passion-nya di bidang broadcasting dan bertekad untuk menekuninya lebih lanjut.

“Setelah lulus SMA dan masuk kuliah, aku langsung daftar jadi penyiar tetap di RRI Pro 2 Semarang. Nah, baru mulai nyobain nge-MC sama news anchor waktu udah jadi penyiar radio,” tutur mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Ia mengaku kesukaannya berbicara sejak kecil yang membuatnya bisa sangat menikmati karir yang ditekuninya sekarang. Devi merasa tidak terbebani dengan padatnya jam kerja, meski harus bijak membagi waktu dengan kuliah.

“Tantangannya justru menghadapi kebosanan sebenarnya. Kadang jadwal bisa terasa monoton karena rutinitasnya ya gitu-gitu aja, pagi siaran di radio, siang liputan untuk TV, malamnya ada job MC, belum kalau ada kelas di tengah-tengah itu,” katanya sambil tertawa ringan.

Dalam jangka waktu tiga tahun, keberhasilannya mengembangkan karir di tiga bidang sekaligus, diakuinya, membutuhkan perjuangan yang keras. Salah satu cara yang membuatnya tetap konsisten untuk berjuang adalah dengan membuat goals atau target yang harus dipenuhi setiap tahunnya. Tak heran, setiap pergantian tahun, Devi selalu menuliskan target-target baru yang harus dicapainya.

“Target terakhir yang harus dicapai untuk saat ini adalah menjadi news anchor di stasiun televisi nasional,” ucapnya optimistis. (mg43/aro)