Kutuk Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya

288
INGINKAN KERUKUNAN: Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan bersama tokoh lintas agama memberikan pernyataan sikap agar kekerasan terhadap etnis Rohingya dihentikan (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
INGINKAN KERUKUNAN: Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan bersama tokoh lintas agama memberikan pernyataan sikap agar kekerasan terhadap etnis Rohingya dihentikan (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK – Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Demak mengutuk kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Dalam kesempatan yang sama, kutukan keras juga disampaikan Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Agung Udayana, dan Bupati Demak HM Nastir.

Pada intinya, kekerasan yang dilakukan militer dan pemerintah Myanmar kepada kaum muslim Rohingya tersebut sebagai aksi tidak berperikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan menegaskan, pernyataan sikap para tokoh lintas agama tersebut dinilai penting disampaikan agar segera tercipta kedamaian di Myanmar. “Kita berharap, kekerasan segera dihentikan dan tidak terulang kembali,” ujarnya didampingi Kabagops Kompol Sutomo.

Ketua FKUB Demak, Abdullah Syifa menyampaikan, masyarakat jangan terpancing isu di media social yang belum tentu kebenarannya. “Kita harus mensikapi isu di medsos secara bijak,” katanya.

Senada disampaikan perwakilan dari tokoh agama Budha yang tergabung dalam Walubi. Sebagai umat Budha, mereka juga mengutuk kekerasan terhadap etnis Rohingya tersebut. Mereka berharap, pemerintah Myanmar segera menghentikan kasus tersebut. Sebab, Budha mengajarkan kasih sayang dan kedamaian.(hib/bas)