Kemas Perpustakaan Jadi Wahana Seru

238

SEMARANG – Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) menggandeng Coca Cola Foundation Indonesia, menggeber program Perpuseru, singkatan dari Perpustakaan Seru. Jateng menjadi salah satu daerah yang punya Perpuseru. Jumlahnya tembus 175 Perpuseru di 28 kabupaten dan 153 desa.

Program Director Perpuseru, Erlyn Sulistyaningsih menjelaskan, Perpuseru lahir untuk mengemas perpustakaan daerah menjadi tempat yang seru untuk dikunjungi. Salah satunya dengan membuat rangkaian acara yang mengasyikan sehingga menjadi sebuah komunitas masyarakat.

“Intinya, Perpuseru adalah bagaimana masyarakat bisa mengakses layanan informasi dan pengetahuan, bukan hanya dari buku saja. Tapi juga lewat kegiatan,” terangnya saat Rakor Penguatan Sinergi Pengembangan Perpustakaan Berkelanjutan di Hotel Santika Semarang, Selasa (5/9).

Di Perpuseru, lanjutnya, masyarakat bisa berbagi pengetahuan mengenai urusan kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan ekonomi. “Perpustakaan yang tadinya sepi, jadi ramai. Masyarakat jadi merasakan kalau butuh informasi dan pelajaran, ya datang saja ke perpustakaan. Setiap hari, di Perpuseru selalu ada kegiatan, tergantung permintaan masyarakat setempat,” terangnya.

Agar Perpuseru tidak melenceng dari benang merahnya, pihaknya terus melakukan pendampingan dan pelatihan. Selain itu juga memberikan bantuan berupa unit komouter, lengkap dengan peranti internetnya.

“Pelatihan juga diberikan agar petugas bisa mengajak pihak lain seperti kampus, dinas lain, dan bahkan lihak swasta untuk ikut mengembangkan Perpuseru,” paparnya.

Dijelaskan, Perpuseru masuk ke Indonesia mulai 2011 silam. Awlanya hanya 28 kabupaten saja se-Indonesia. Higga 2017 ini, sudah ada 104 kabupaten dan 588 desa di Indonesia yang sudah menjalankan Perpuseru.

Di Jateng, Perpuseru masuk pada 2012 silam. Awalnya hanya 5 kabupaten. Yakni Jepara, Batang, Wonosono, Sragen, dan Kebumen. “Sekarang sudah nambah menjadi 28 kabupaten dan 153 desa,” bebernya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Jateng, M Masrofi mengaku sangat mendukung program Perpuseru. “Orang luar saja mau memperhatikan perpustakaan kita. Jadi kita juga harus giat untuk mengembangkannya,” tuturnya.

Dukungan itu diwujudkan dengan menganden sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda, Dispendukcalil dan Diskominfo kabupaten untuk menyukseskan program Perpuseru. “Kami juga ingin perpustakaan itu ramai,” terangnya. Dia pun setuju dengan konsep Perpuseru yang menjadi pusat informasi masyarakat lewat berbagai kegiatan. Sebab, itu bisa menjadi stimulan bagi masyarakat agar mau ‘memegang’ buku. (amh/zal)