33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Tarif Angkutan Udara Dorong Deflasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG–Penurunan tarif angkutan udara pasca arus balik beberapa waktu lalu menyebabkan terjadinya deflasi pada Agustus di Jawa Tengah. Deflasi bahkan lebih dalam, dibanding rata-rata nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, bulan Agustus di Jawa Tengah terjadi deflasi sebesar 0,51 persen. Deflasi tersebut lebih rendah dibanding bulan Juli 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan bahwa deflasi dipicu oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan berkontribusi cukup besar pada deflasi Jateng. Di antaranya tarif angkutan udara, bawang putih, bawang merah, cabai rawit dan angkutan antar kota.

“Hal ini sebagai efek pasca arus balik. Juli masih terjadi arus balik libur usai Lebaran. Agustus sudah kembali normal yang berdampak pada tarif khususnya angkutan udara dan angkutan antar kota. Sehingga berkontribusi cukup besar pada deflasi,” ujarnya, kemarin.

Namun begitu, ada juga beberapa komoditas yang berkontribusi cukup besar mendorong inflasi Jateng pada Agustus. Di antaranya sekolah menengah ke atas, apel, sekolah dasar, garam dan sekolah menengah pertama.

“Seperti yang kita tahu, garam bulan Agustus juga sempat mengalami kenaikan harga. Begitu juga dengan biaya penunjang pendidikan anak-anak yang baru masuk sekolah. Hal ini mendorong inflasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari enam ibukota provinsi di Pulau Jawa, tiga kota mengalami deflasi dan tiga kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Semarang sebesar 0,48 persen, diikuti Jogjakarta sebesar 0,45 persen dan Surabaya sebesar 0,19 persen. Sedangkan untuk inflasi, tertinggi di DKI Jakarta sebesar 0,13 persen diikuti Serang sebesar 0,12 persen dan Bandung 0,06 persen. “Khusus Jawa Tengah, semua daerah yang disurvei mengalami deflasi,” ujarnya. (dna/ida)

Tarif Angkutan Udara Dorong Deflasi

SEMARANG–Penurunan tarif angkutan udara pasca arus balik beberapa waktu lalu menyebabkan terjadinya deflasi pada Agustus di Jawa Tengah. Deflasi bahkan lebih dalam, dibanding rata-rata nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, bulan Agustus di Jawa Tengah terjadi deflasi sebesar 0,51 persen. Deflasi tersebut lebih rendah dibanding bulan Juli 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan bahwa deflasi dipicu oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan berkontribusi cukup besar pada deflasi Jateng. Di antaranya tarif angkutan udara, bawang putih, bawang merah, cabai rawit dan angkutan antar kota.

Hal ini sebagai efek pasca arus balik. Juli masih terjadi arus balik libur usai Lebaran. Agustus sudah kembali normal yang berdampak pada tarif khususnya angkutan udara dan angkutan antar kota. Sehingga berkontribusi cukup besar pada deflasi,” ujarnya, kemarin.

Namun begitu, ada juga beberapa komoditas yang berkontribusi cukup besar mendorong inflasi Jateng pada Agustus. Di antaranya sekolah menengah ke atas, apel, sekolah dasar, garam dan sekolah menengah pertama.

“Seperti yang kita tahu, garam bulan Agustus juga sempat mengalami kenaikan harga. Begitu juga dengan biaya penunjang pendidikan anak-anak yang baru masuk sekolah. Hal ini mendorong inflasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari enam ibukota provinsi di Pulau Jawa, tiga kota mengalami deflasi dan tiga kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Semarang sebesar 0,48 persen, diikuti Jogjakarta sebesar 0,45 persen dan Surabaya sebesar 0,19 persen. Sedangkan untuk inflasi, tertinggi di DKI Jakarta sebesar 0,13 persen diikuti Serang sebesar 0,12 persen dan Bandung 0,06 persen. “Khusus Jawa Tengah, semua daerah yang disurvei mengalami deflasi,” ujarnya. (dna/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Charles Saerang Dipolisikan

SEMARANG- Karyawan PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) Djoko Prasetyo beserta 72 buruh lainnnya melaporkan para petinggi perusahaan jamu legendaris asal Semarang yang sudah...

Perolehan Medali Jateng Masih Seret

SEMARANG - Posisi Jawa Tengah (Jateng) masih tertinggal pada klasemen sementara  gelaran Pekan Olahraga Nasional (Popnas) XIV/2017. Sebagai tuan rumah, Jateng tertinggal dari Provinsi...

Bima Bungkus sebagai Media Tontonan dan Tuntunan

RADARSEMARANG.COM - MASA remaja adalah masa yang paling menyenangkan, begitu banyak orang mengatakan. Masa ini adalah masa peralihan dari anak-anak menuju masa dewasa. Jiwa...

Oleng, Pikap Tabrak Motor, Orang, Toko

MAGELANG—Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Ngluwar-Magelang pada Kamis (14/9) malam. Tepatnya, di depan sebuah toko jaket di Dusun Blongkeng, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar,...

Dianiaya, Dibuang di JLS, Tewas Tertabrak Truk

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Teka – teki mengenai penemuan mayat di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Mayat tersebut ternyata korban penganiayaan...

Wilayah Pati Selatan Terancam Kekeringan

PATI – Dampak musim kemarau sudah mulai dirasakan di sejumlah daerah di Kabupaten Pati. Banyak desa di Kabupaten tersebut mengalami krisis air, khususnya di...