Saatnya SD dan MI di Kendal Unjuk Gigi

Program Sekolah Berprestasi Diluncurkan

437
SEKOLAH BERPRESTASI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs Agus Rifai MPd, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz bersama Kepala UPTD Pendidikan dan Pemred Arif Riyanto saat launching Program Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin. (bawah) Para Kepala SD/MI se-Kabupaten Kendal tampak serius mengikuti sosialisasi juklak dan juknis lomba (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SEKOLAH BERPRESTASI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs Agus Rifai MPd, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz bersama Kepala UPTD Pendidikan dan Pemred Arif Riyanto saat launching Program Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin. (bawah) Para Kepala SD/MI se-Kabupaten Kendal tampak serius mengikuti sosialisasi juklak dan juknis lomba (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDALPemerintah Kabupaten Kendal bersama Jawa Pos Radar Semarang menggelar Program Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura.  Program yang di-launching di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin (4/9) kemarin itu, rencananya  akan digelar selama 4 bulan, hingga 31 Desember mendatang. Peluncuran dilakukan oleh  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs Agus Rifai MPd, mewakili Bupati Kendal Mirna Annisa yang mendadak dipanggil ke gubernuran.

NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

Agus Rifai mengatakan, Program Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura ini dikemas dalam bentuk kompetisi yang melibatkan seluruh SD dan MI di Kendal. Ada empat kategori kompetisi yang akan dilombakan, yakni kategori Sekolah Bersih Sehat dan Go Green, Sekolah Berprestasi Olahraga, Sekolah Berprestasi Akademik, serta Sekolah Berprestasi Seni dan Budaya, dengan total hadiah Rp 50 juta.

“Kendal mempunyai potensi yang luar biasa di bidang pendidikan. Misalnya, Raeni almunus UNNES yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri; Jefri, siswa SD yang memainkan keyboard dengan mata tertutup, bahkan diakui hingga  tingkat nasional. Belum lagi di bidang olahraga dan lainnya. Di program ini, saatnya setiap SD-MI unjuk gigi dan unjuk prestasi,” katanya saat launching Program Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura.

Dengan diadakannya kompetisi antar SD dan MI di Kendal ini, lanjut dia, bisa menjadi sarana sekolah yang ada di kecamatan pinggiran seperti Rowosari, Plantungan, Patean, Limbangan, Singorojo dan sebagainya untuk menunjukkan potensi yang dimiliki oleh siswa karakteristik lingkungan yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

“Prestasi siswa datang salah satu faktornya dari guru. Nah dengan kegiatan ini, guru yang ada di lingkungan SD dan MI bisa memberikan motivasi dan dorongan kepada siswanya untuk menunjukkan potensi yang dimiliki,” harapnya.

Dari empat kategori yang dilombakan, lanjut Rifai, semua sekolah memiliki peluang yang sama untuk menang. Sebab, setiap sekolah yang ada di masing-masing Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di tingkat kecamatan, punya potensi sendiri-sendiri. Misalnya, di bidang akademik, seni dan budaya, olahraga ataupun sekolah bersih, sehat dan go green.

“Peluangnya sama untuk menang, saya harap setiap kepala UPTD di Kecamatan bisa memacu kepala sekolah SD dan MI untuk berpartisipasi dalam ajang ini,” katanya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Abdul Aziz, saat memberikan sambutan mengatakan, jika program tersebut adalah sebuah sarana edukasi, sosialisasi, dan apresiasi yang dikemas dalam bentuk kompetisi antar SD dan MI. Selama kompetisi berlangsung selama empat bulan (September-Desember), semua kegiatannya akan diberitakan di koran Jawa Pos Radar Semarang setiap hari dalam rubrik khusus minimal setengah halaman full colour. “Jadi, nanti masing-masing sekolah bisa mengekspose keunggulan masing-masing di halaman khusus yang terbit setiap hari ini,” ujarnya.

Dari sisi edukasi contohnya, lanjut Aziz, para guru dan siswa bisa diajak untuk melakukan gaya hidup bersih dan sehat, serta tata cara pengelolaan lingkungan sekolah yang baik. Harapannya, bisa tumbuh kesadaran generasi muda atau siswa yang diawali dari lingkungan sekolah.

“ Dari segi hidup sehat misalnya, kami harap dari digelarnya event ini bisa tumbuh kesadaran, kemudian berkembang menjadi kebiasaan dan goal-nya hidup sehat bisa menjadi budaya,” harapnya.

Aziz menambahkan, para pemenang kompetisi ini akan diumumkan pada 31 Desember 2017 mendatang. Sebelumya, dewan juri yang terdiri atas perwakilan Jawa Pos Radar Semarang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal akan melakukan penilaian ke seluruh SD/MI di Kendal pada 16 Desember sampai 26 Desember mendatang. (den/aro)