PKL Diminta Patok Harga Wajar

230
PENDEKATAN PERSUASIF: Tim dari Disperindag Kota Magelang, berkomunikasi dengan perwakilan PKL agar segera memasang daftar menu makanan dan minuman beserta harganya sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada konsumen, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).
PENDEKATAN PERSUASIF: Tim dari Disperindag Kota Magelang, berkomunikasi dengan perwakilan PKL agar segera memasang daftar menu makanan dan minuman beserta harganya sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada konsumen, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang mengimbau pedagang kaki lima (PKL) yang menempati shelter kuliner untuk mencantumkan harga menu.

Imbauan ini dalam rangka perlindungan konsumen, sekaligus persiapan menuju peringatan Hari Olahraha Nasional (Haornas) XXXIV di Kota Magelang, 7-9 September mendatang. Kegiatan berskala nasional ini akan dihadiri ribuan atlet se-Indonesia.

“Supaya PKL menjual makanan dan minuman dengan harga yang wajar, sehingga konsumen merasa nyaman,” kata Kepala Disperindag Kota Magelang, Joko Budiyono, kemarin. Selain diminta mematok harga wajar, Joko juga meminta PKL memperhatikan kualitas makanan. Agar tidak berbahaya jika dikonsumsi. “Makanan yang disediakan harus bersih dan sehat.”

Menurutnya, usaha kuliner memiliki pengaruh besar dalam membangun citra Kota Magelang sebagai Kota Jasa. Serta, berperan mendukung suksesnya Haornas. “Pengaruhnya sangat besar. Tamu-tamu itu butuh makan, minum, juga butuh tempat untuk santai. Dan, PKL bisa dikatakan salah satu usaha kecil di masyarakat yang biasanya menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau, sehingga menjadi jujukan tamu.”

Joko juga mengingatkan PKL untuk mengepel lantai shelter, sehingga tidak tampak kumuh. “Sebetulnya, setiap sebulan sekali, mereka gotong-royong membersihkan shelter. Dan persiapan ini (Haornas), pusat Kuliner Tuin Van Java (TVJ) di Alun-Alun juga sudah dibersihkan, karena di sana sebagai pusat dan wajah kota.”

Ketua Paguyuban PKL Lembah Tidar, Ariyanto, mengaku tidak berkeberatan jika harus keluar ongkos untuk pengadaan pembuatan daftar menu. Ia berjanji segera memesan ke percetakan dan memasangnya.

“Justru menjadi daya tarik. Konsumen bisa membandingkan harga makanan di sini dengan di tempat lain, yang lebih murah yang mana. Harga kami terjangkau tapi tidak mengurangi kualitas,” ucap pria 40 tahun itu. (put/isk)