33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Perizinan Zonasi Pesisir Belum Jelas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Pemerintah daerah diminta tidak memberikan izin usaha serta perizinan lain terhadap kegiatan pendirian bangunan untuk bisnis yang ada di pesisir pantai. Sebab saat ini masih dipersiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang zonasi pesisir pantai dan pulau-pulau kecil. Perda ini nantinya akan mengatur semua yang ada di pesisir utara maupun selatan Jateng, dari jarak 0 sampai 12 mil ke laut.

Presedium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Jateng, Sukarman, menjelaskan, saat ini belum ada zonasi pasti mengenai pembagian antara pesisir dan tata ruang.

“Jadi sebelum Perda tentang zonasi pesisir itu jelas dan ditetapkan, pemerintah tidak boleh mengeluarkan izin usaha apapun. Harapan kami, Perda itulah yang nanti dijadikan pedoman,” ucapnya saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Jateng di gedung DPRD Jateng, Senin (4/9).

Dijelaskan, Perda ini nantinya akan mengatur mengenai tata ruang dan zonasi pesisir. Persoalannya, saat ini terjadi abrasi yang mengikis wilayah bibir pantai. Di Jateng sudah banyak permukiman penduduk yang belakang rumah sudah langsung ke laut, bahkan banyak yang sudah terendam air laut.

Dia mencontohkan wilayah Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Mangunharjo Semarang, juga terjadi reklamasi pada tambak-tambak tradisional. Penyebabnya karena adanya perubahan garis pantai yang luar biasa. “Selama Perda belum disahkan, garis pantai butuh kejelasan. Butuh ketegasan soal garis pantai,” paparnya.

Padahal sesuai amanat Undang Undang tentang Pemerintah Daerah (Pemda) tahun 2014, jarak bibir pantai mulai 0-12 mil ke laut adalah kewenangan provinsi. Sebelumnya, 0-4 mil kewenangan ada di kabupaten dan kota.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lilik H menjelaskan, Perda ini akan dijadikan dasar untuk mengeluarkan izin di ruang laut. Misalnya untuk objek wisata dan bangunan.

Pihaknya sudah membuat dokumen kajian zonasi di semua wilayah pesisir di Jateng. Yakni, kajian itu sudah menentukan titik-titik mana saja yang termasuk zona perikanan, zona pelabuhan, zona wisata, zona konservasi mangrove, kawasan strategis nasional tertentu, zona militer, zona industri, dan lainnya.

“Dari perundangan sebelumnya, untuk di Jateng yang sudah punya Perda hanya Kota dan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Itu pun kalau dievaluasi juga belum sesuai standar,” tegasnya.

Kepala DKP Provinsi Jateng, Lalu M Syafriadi mengatakan, bahwa perda zonasi itu untuk menata ruang laut agar sesuai peruntukannya. Ditegaskannya, bahwa nafas dari zonasi itu adalah 70 persen melindungi nelayan tradisional.

Namun, perlu kesepakatan bersama antara semua pihak. Karena ada aturan yang tumpang tindih. Dampaknya, untuk wilayah pelabuhan Semarang saja, wilayahnya membentang sampai Kendal. Padahal di wilayah itu pula, masuk wilayah tangkap nelayan tradisional.

“Semua pihak mesti sepakat. Padahal di sepanjang pantura itu berpotensi sebagai tambang sejauh 2 mil, ini bertentangan dengan UU Kelautan bahwa 2 mil adalah zona konservasi,” ungkapnya.

Sementara Anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono mengatakan, bahwa draf raperda tentang zonasi pesisir pantai sudah dikonsultasikan ke pemerintah pusat. Dalam waktu dekat draf akan diserahkan pimpinan DPRD, selanjutnya dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan menjadi raperda. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sita Sekardus Oplosan dan Miras

WONOSOBO—Tim Gabungan masih menemukan penjual yang memperdagangkan minuman keras jenis murni dan oplosan. Tim beranggotakan unsur Kodim 0707, Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas...

Spesialis Make-Up Artist

LATAR belakang pendidikan sering ditemukan berbeda dengan profesi yang ditekuni saat ini. Seperti yang dilakukan Nurhamidah, pemilik Alexa Bridal Photography dengan spesialis make-up artist...

Ulama Bireuen Dijemput Paksa Polisi Dipastikan Hoax

JawaPos.com - Berita bohong alias hoax layaknya penyakit menular. Tak henti hanya di satu titik, dia merebak untuk mencari inang yang lain. Tak terkecuali...

Kaur Desa Sumurbanger Dilantik

BATANG - Untuk menjaga suasana kondusif, warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sumurbanger Kecamatan Tersono melantik dan mengambil sumpah jabatan perangkat desa yang belum lama...

UNBK Lancar Meski Server Sempat Mati

SALATIGA – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada hari ketiga berlangsung lancar. Namun sempat terjadi gangguan, server off line beberapa saat. Hal itu terungkap saat Pj...

Kalung dan Sepatu di Depan Pintu

Oleh: Dahlan Iskan Ini lagi musim panas di Tiongkok. Tapi saya kedinginan. Di atas ketinggian 4.200 meter ini. Di pegunungan suku minoritas Sichuan ini. Tapi ada...