33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Raih Banyak Prestasi

Bripda Arlin Apriska Meisarah, Anggota Polda Jateng yang Jago Dansa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Bripda Arlin Apriska Meisarah, anggota Polda Jateng memiliki hobi menari dansa. Bahkan, hobi yang diawali hanya “ikut-ikutan” ini telah menorehkan segudang prestasi. Seperti apa?

M HARIYANTO

ANGGOTA Polri yang bertugas dibagian Biro Psikologi Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jateng ini memiliki hobi menari sejak masih duduk di bangku SD di tempat kelahirannya, Salatiga. Hobi ini berlanjut hingga menginjak SMP.

“Awalnya, saat SD hanya ikut-ikutan, nyoba-nyoba menari. Kemudian pas SMP kelas 1 ikut menari tarian tradisional,” ujar gadis kelahiran 14 April 1995 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Saat SMP, Arlin sudah tampak lincah dalam melakukan gerakan tari. Hingga putri pertama pasangan Solikhin dan Ambar ini kerap tampil di acara-acara yang digelar di Salatiga. “Saat masih SMP, saya sering ikut show-show gitu. Saya juga ikut latihan di Sanggar Sakuntala di Salatiga,” katanya.

Menginjak SMA kelas 1, Arlin mencoba belajar menari modern dance dan dansa. Menurutnya, dalam berlatih tarian ini tidak mengalami kendala, karena ia sudah memiliki basic menari. Untuk mengembangkan kemampuannya menari, Arlin mencoba tampil di depan umum.

“Saat ikut show-show, ketemu dengan tante-tante keturunan China. Dia memberikan sponsor  agar aku dan pasanganku ikut jika ada show,” kata alumnus SMAN 2 Salatiga ini.

Dari pertemuan itu, Arlin semakin percaya diri dalam menari dansa. Ia pun mengikuti ajang perlombaan baik tingkat daerah  hingga internasional.

Menurut Arlin, menekuni dansa membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Menari dansa kan biayanya mahal. Jadi, kalau tidak ada yang mensponsori tidak maju juga. Saya maju dan bisa sampai ikut perlombaan ya karena ada sponsor,” jelasnya.

Hobinya ini terus digeluti hingga lulus SMA pada 2012 silam. Sebelum lulus SMA, berbagai ajang perlombaan bergengsi diikuti oleh Arlin. Mulai tingkat daerah hingga internasional selalu menorehkan prestasi.

“Dalam Kejurnas Olahraga Dansa Indonesia di Malang 2011, saya juara pertama. Kemudian di Surabaya International Dancesport 2011 juara 3, terus Kejurnas Olahraga Dansa Indonesia DIY juga dapat juara 2,” katanya.

Prestasi yang diraihnya ini tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Perjuangan keras dilewati, hingga harus giat berlatih di Semarang, tepatnya di daerah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Utara. Bahkan, latihan ini dirasakan sehari penuh mulai pagi hingga mala

“Pernah latihan sehari full. Kita pagi ke sana, (Semarang), malamnya pulang, paginya masuk sekolah. Jadi, kalau latihan sendiri otodidak di Salatiga, terus latihan sama pelatih di Semarang, sebulan sekali. Berangkat pakai uang pribadi,” ujarnya.

Diakuinya, meski telah lincah dalam menari dansa, Arlin tidak pernah melupakan hobinya memainkan tarian tradisional. Bahkan, ketika melanjutkan pendidikan di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, juga sering menari tradisional. “Saat kuliah di UKSW saya banyak kenal mahasiswa dari wilayah lain, seperti Kalimantan dan Bali. Di situ saya diajari tarian-tarian,” terangnya.

Kurang lebih selama 12 bulan sebagai mahasiswi, Arlin kemudian mendaftar sebagai anggota Polri di Polda Jateng pada April 2013 silam. Hingga akhirnya, ia mendapat kabar diterima sebagai anggota polri.

“Kuliah satu tahun, belum selesai daftar polisi. Bulan April 2013 masih seleksi dua bulan, terus ikut pendidikan tujuh bulan di Banyubiru Ambarawa. Selesai pendidikan awal tahun 2014,” jelasnya.

Sebelum diterima menjadi anggota polri, Arlin sempat akan mengikuti ajang perlombaan tingkat internasional di luar negeri 2013. Sayang, kejuaraan ini batal diikuti karena ia harus memilih mewujudkan cita-citanya menjadi anggota polri.

“Saat mau ke luar negeri, saya daftar polisi dan kebetulan diterima. Setelah itu tidak jadi ke luar negeri, misalnya Malaysia. Padahal sudah membuat paspor juga,” kenangnya.

Menurutnya, selama menjalankan hobinya ini juga mendapat dukungan dari kedua orangtuanya. Meskipun kedua orangtuanya tidak memiliki darah seni. Bahkan, Arlin juga mengakui, ia dilahirkan dari keluarga yang tidak mewah.

“Bapak satpam bank di Salatiga, sedangkan ibu karyawati pabrik. Saya tetap bangga dengan kedua orangtua yang telah membesarkan saya dan memberikan dukungan dan motivasi kepada saya,” katanya.

Meski telah aktif menjadi anggota polri, Arlin lebih memilih mengisi waktu dengan cara berlatih menari di Salatiga. Bahkan, saat ini Arlin tengah disibukkan berlatih dalam persiapan kejuaraan Porprov tahun 2018. Pada kejuaraan porprov sebelumnya, gadis yang tinggal di Rusunawa Polda Jateng di daerah Gayamsari ini menyabet juara 2.

“Ini sedang persiapan Porprov 2018. Kepastian tempat belum tahu, kalau tidak Semarang ya Surakarta. Sebenarnya kan rencananya di Tegal. Semoga meraih juara pertama,” harapnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This