MC ISTANA: Nida saat berlatih menjadi MC upacara HUT Kemerdekaan RI bersama Paskibraka di Istana Negara (Dok Bripda Nida Nur Hasanah).
MC ISTANA: Nida saat berlatih menjadi MC upacara HUT Kemerdekaan RI bersama Paskibraka di Istana Negara (Dok Bripda Nida Nur Hasanah).

Seorang polwan yang bertugas di Polsek Bandongan Polres Magelang Kota terpilih menjadi pembawa acara atau master of ceremonies (MC) pada upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Istnana Negara, 17 Agustus yang lalu. Siapakah dia?

WAJAH sumringah masih terpancar dari raut Bripda Nida Nur Hasanah saat mengingat kembali kala bertugas menjadi MC di Istana Negara. Ia harus mengikuti seleksi ketat sebelum akhirnya dipilih menjadi pembawa acara di hadapan Presiden Joko Widodo dan tamu undangan kenegaraan.

Puteri pertama pasangan Muhammad Arif Triyono dan Siti Mahmudah ini menuturkan, awalnya ia diberitahu bagian Sumber Daya (Sumda) Polres Magelang Kota untuk mengikuti seleksi menjadi MC di tingkat Polda Jawa Tengah. Salah satu persyaratan yakni tinggi badann minimal 163 cm. “Sekitar bulan Juni, TR (telegram) dari Polda Jateng turun, kami bersama Bripda Erna (Lantas Polres Magelang Kota) untuk mengikuti seleksi di Polda Jateng,” ujar Nida saat ditemui di ruang kerja Kapolsek Bandongan AKP Gede Mahardika, belum lama ini.

Ada 10 polwan yang mengikuti seleksi di tingkat Polda Jateng. Seleksi meliputi kesehatan, psikotes dan praktik menjadi MC. Tahapan tes pun dilalui hingga akhirnya menyisakan 2 peserta, ia dan Bripda Jovi dari Polres Blora. Mereka selanjutnya mewakili Polda Jateng untuk mengikuti seleksi tingkat Mabes Polri yang dilangsungkan di Korps Brimob Kelapa II.

“Di Mabes Polri yang mengikuti seleksi ada 14 orang utusan dari beberapa Polda. Kemudian, akhirnya terpilih 4 orang, dua dari Polda Jateng, 1 dari Polda Jabar dan 1 orang lagi dari Korps Brimob,” turur alumni SMAN 3 Kota Magelang itu.

Warga Manggisan RT 01 RW 10, Bayanan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang ini menambahkan, setelah lolos seleksi dari Mabes Polri, ia harus kembali mengikuti seleksi lanjutan bersama utusan prajurit TNI. Total ada 16 peserta seleksi dari TNI AD (Kowad), TNI AU (Wara), TNI AL (Kowal) dan Polri (Polwan). Setiap matra terdapat 4 peserta.

“Seleksi berlangsung sejak 10 Juli 2017 meliputi seleksi tes kesehatan, THT, praktik. Kemudian, dalam seleksi ini, akhirnya dipilih 8 orang yang dibagi dalam dua regu,” ujar polwan yang mengaku baru sekali menjadi MC di Polres Magelang Kota saat apel pagi.

Kemudian sejak 7 Agustus 2017, Nida harus mengikuti latihan bersama dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional di Pusat Pelatihan Pengembangan Olahraga Nasional (P3ON) Cibubur. Latihan praktik dilangsungkan selama 7 hari, mulai pukul 07.00-15.00 WIB. “Selama tujuh hari latihan, setiap harinya selama 8 kali praktik jadi MC,” tutur mantan Paskibra Kota Magelang tahun 2012 itu.

Semula Nida tak membayangkan akan menjadi MC saat Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Negara. Ia pun baru mengetahui terpilih menjadi MC pada upacara tersebut pada, Rabu (16/8) malam. “Pada saat itu, kami diberitahu untuk tugas membacakan narasi awal, perangkat upacara dan narasi Paskibraka,” tutur perempuan dengan tinggi badan 168 cm itu.

Ia bertigas menjadi MC bersama Serda Novita (AD), Serka Gustina (AL) dan Serka Yeli (AU). “Yang jelas perasaannya senang banget, terharu sampai di Istana Negara. Ini benar-benar usaha sendiri,” ujarnya.

Nida sebenarnya mengaku telah bermimpi bisa ke Istana Negara sejak masih ikut seleksi Paskibraka di Kota Magelang 2012 tersebut. Namun ketika itu, ia hanya menduduki rangking dua perempuan, sedangkan yang dikirim menuju seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah hanya rangking pertama. Namun, sejak bertugas di Istana Negara, Nida sering mendapatkan tugas menjadi MC, termasuk acara di Polda Jawa Tengah.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo mengaku salut dan bangga terhadap Nida. “Prestasi yang luar biasa, mampu mengharumkan nama Polres Magelang Kota di level nasional,” kata Hari. (agus.hadianto/ton)