33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

PDIP Tetap Buka Pintu Koalisi

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mampu mengusung pasangan calon (paslon) sendiri pada Pilgub Jateng 2018 mendatang karena jumlah kursi di DPRD Jateng melebihi syarat minimal. Meski begitu, partai bergambar banteng moncong putih ini tetap membuka pintu koalisi bagi parpol yang ingin berjuang bersama.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto mengaku, justru semakin suka jika punya banyak teman parpol dalam satu koalisi. “Intinya, PDI Perjuangan semakin banyak kawan bergabung semakin suka. Seribu kawan kurang, satu lawan kebanyakan. Kita tidak tertutup, ini malah ada kader PPP daftar ke sini,” kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Pihaknya membuka peluang bagi parpol manapun untuk bergabung. Semisal dengan Partai Gerindra ataupun parpol lain. Tapi mengengenai lobi jika meminta posisi sebagai calon wakil gubernur, Bambang menyarankan agar berkomunikasi ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta. “Kalau lobi ingin jadi wakil atau ingin diusung jadi gubernur maka lobinya jangan ke Semarang, tapi di Jakarta. Kalau ke saya, percuma,” tegasnya.

Disinggung mengenai kepastian mengusung paslon sendiri, Bambang menyatakan, hal itu kewenangan Ketua Umum. “Sebenarnya bisa mengung calon sendiri. Tapi pertanyaan itu yang bisa jawab adalah Ketua Umum, sebab ini Jateng adalah daerah khusus,” katanya.

Kemudian ketika dimintai tanggapan, adanya wacana head to head yang merupakan gabungan dari parpol-parpol mengusung calon sendiri untuk melawan calon dari PDI Perjuangan, Bambang menilai hal itu wajar. Sebab Jateng selama ini masih dikenal sebagai ‘kandang banteng’.

“Saya kira setiap partai berharap mengalahkan PDI Perjuangan, sebab mereka tahu bahwa PDI Perjuangan punya resources yang kuat di Jateng. Saya tidak mengatakan paling kuat, tapi hari ini PDI  Perjuangan paling siap. Sebab survei kita (survei internal) di angka 35,6 persen,” katanya.

Terkait sosok bakal calon yang bakal diajukan, pihaknya juga tidak bisa memastikan karena semua keputusan ada di tangan Ketua Umum. Saat ini, pihaknya hanya melakukan survei internal terhadap tokoh-tokoh. Survei itu sebagai pendukung bagi partai untuk menunjuk seseorang sebagai calon, yang utama adalah pemahaman tentang ideologi marhaenisme.

“Prinsipnya, selain survei adalah pemahaman dan penjiwaan konsep ideologi partai yaitu marhaenisme. Jika ada yang surveinya bagus dan bisa menerapkan ideologi marhaenisme, maka ya ciamik,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Muhamad Yuliyanto, mengungkapkan, dari hasil survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2017 lalu, diketahui afiliasi politik yang menunjukan basis konstituen loyalis parpol secara umum belum berubah.

Dalam kondisi silent atau tidak ada kampanye seperti saat ini, lanjut Yuliyanto, afiliasi politik basis konstituen loyalis parpol adalah PDI Perjuangan 12,0 persen, PKB 4,90 persen, Golkar 2,90 persen, Gerindra 2,50 persen, PPP 1,10 persen. Sementara parpol lainnya di bawah 1,0 persen. Pemilih mengambang ada 73,70 persen. “Hal ini menunuukan Jateng masih menjadi kandang banteng untuk Pilgub 2018 maupun Pileg 2019,” bebernya.

Kondisi lainnya, tingkat pengetahuan masyarakat tentang Pilgub 27 Juni 2018 mencapai 26,80 persen. Artinya masyarakat yang mengetahui adanya Pilgub Jateng masih rendah. Secara keseluruhan jika terdapat Pilgub 2018 maka partisipasi mencapai 75 persen. “Ini juga pekerjaan rumah untuk KPU dan Bawaslu untuk gencar sosialisasikan setiap tahapan Pilgub Jateng,” tegasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ramah Difabel

RADARSEMARANG.COM - Warga sedang mendorong kursi roda yang dinaiki penyandang difabel di trotoar Jalan Pemuda, Kota Semarang, Kamis (1//2). Pemkot Semarang terus berbenah menata...

Dipamerkan Di Banyak Hotel

RADARSEMARANG.COM - Pelukis Atie Krisna melukis di galerinya, jalan Borobudur, Semarang, Senin (9/4). Pelukis perempuan asal Kota Semarang ini terus berkarya. Saat ini berbagai...

E-Money Tiga Izin

Oleh: Dahlan Iskan Seseorang kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai hand phone. ”Sudah seperti di China pak,” katanya. Alhamdulillah. Dari segi teknologi...

Ustad Asal Belum Pernah Jadi Imam di Masjidilharam

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir, netizen mendapatkan banyak kabar tentang kiprah pemuda asal Kalimantan yang disebut menjadi imam di Masjidilharam. Pria tersebut bernama Asal...

Siapkan Sarjana untuk Bersaing di Era MEA

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), berbagai pendidikan tinggi kesehatan mulai berlomba memberikan kompetensi tambahan kepada lulusan mereka. Rektor Universitas Ngudi...

MUI Dorong Terwujudnya UU Antiterorisme

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah bersama pimpinan ormas Islam Jateng mengecam aksi teror di Mako Brimob dan...