WONOSOBO – Jumlah penderita penyakit katarak tidak mampu masih cukup banyak di Kabupaten Wonosobo. Terbukti dari penyelenggaraan operasi katarak gratis kali kedua di RSUD Setjonegoro Wonosobo yang menargetkan 50 pasien katarak, jumlah yang mendaftar mencapai 65 orang.

PULIHKAN PENGLIHATAN-Penderita katarak saat menjalani operasi katarak tanpa biaya di RSUD Setjonegoro, minggu kemarin (IST).
PULIHKAN PENGLIHATAN-Penderita katarak saat menjalani operasi katarak tanpa biaya di RSUD Setjonegoro, minggu kemarin (IST).

Pelayanan Operasi Katarak Gratis (OKG) yang diselenggarakan Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Yogyakarta itu, dilaksanakan Minggu (3/9), di RSUD Setjonegoro. Digelar dalam agenda rangkaian peringatan Hari Jadi Wonosobo ke-192.

Direktur RSUD Setjonegoro dr.Riyatno mengatakan, animo masyarakat tinggi sehingga jumlah peserta melebihi target. “Kita berikan batas maksimal sebanyak 75 orang, sehingga semua bisa tertangani dengan baik,” papar Riyatno mengawali kegiatan.

Dari 65 pendaftar tersebut, hingga Minggu siang akhirnya hanya 55 penderita katarak yang dapat dilayani operasi. Sisanya belum memenuhi syarat operasi, dan ada yang tidak datang. Menurut Riyanto, pendaftar sudah melalui proses scanning terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah layak untuk dioperasi. Pada operasi kali ini, disediakan 7 meja operasi dengan 7 dokter spesialis mata dari PERDAMI.

“Jika semua berjalan dengan baik dan lancar, 1 bulan pasca operasi pasien penyakit mata katarak sudah sembuh dan bisa melihat lagi. Selain perawatan di rumah, pasien juga harus kontrol ke RSUD pada hari ke 2, 5 dan 28 pasca operasi. Dan semua itu Gratis,” ungkapnya.

Pasien operasi katarak harus kontrol ke RSUD sehingga bisa terpanta perkembangannya. Peran keluarga, Lanjut dr Riyatno, sangat menentukan kesembuhan pasien penyakit mata Katarak pasca operasi. Selain pasien, keluarga sangat perlu diberikan pengetahuan atau edukasi tentang perawatan pasca operasi.

Sekda Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi pada operasi katarak gratis kali ini. “Karena berbuat baik itu tidak bisa sendirian, tetapi perlu kerjasama semua pihak,” ungkapnya.

Sasaran dari kegiatan ini adalah warga tak mampu yang selama ini belum terlindungi jaminan kesehatan, utamanya BPJS. Karena asumsi untuk melakukan operasi mata katarak one day care atau pelayanan satu hari sebesar 4,4 juta rupiah. Eko berharap, bakti sosial imi mampu membuahkan manfaat, serta berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat khususnya kesehatan mata.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Rudy Djauhari, mengatakan, penyakit katarak sebenarnya bisa disembuhkan. Banyak masyarakat yang belum memahami sepenuhnya mengenai katarak dan penyembuhannya, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Akibatnya, banyak pasien terlambat ke rumah sakit. Padahal tingkat keberhasilan operasi katarak cukup tinggi.

“Semoga melalui kegiatan Operasi Katarak Gratis ini, penderita katarak bisa kembali melihat dan segera kembali produktif menjalani kehidupannya,” pungkas Rudy.(Ali/fiq)