KLASIK MODERN: Rangkaian bunga tertata cantik dalam store The Lux Roses (THE LUX ROSE FOR JAWA POS RADAR SEMARANG).
KLASIK MODERN: Rangkaian bunga tertata cantik dalam store The Lux Roses (THE LUX ROSE FOR JAWA POS RADAR SEMARANG).

BUKET bunga masih menjadi pilihan sebagai salah satu media dalam menyampaikan ragam ucapan maupun simbol yang dihadirkan dalam sejumlah acara. Modifikasi pengemasan menjadikan rangkaian bunga terasa lebih spesial dan kekinian.

Pemilik The Lux Roses, Intan Binafsihi Batas Kota Martapura mengungkapkan, bisnis florist hingga saat ini dan ke depan masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, mengingat rangkaian bunga menjadi media yang cukup universal sebagai tanda ucapan dalam berbagai momen istimewa.

“Mulai dari buket sebagai ucapan saat ulang tahun, ucapan selamat untuk wisudawan, kado untuk hari jadi, hingga wedding bouquet untuk pernikahan dan sejumlah momen spesial lainnya. Begitu juga dengan peminat dari segmen usia, mulai remaja hingga dewasa,” ujar Intan saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Namun demikian, inovasi harus terus dihadirkan dan tren harus diciptakan. Begitu juga pemilihan bunga, pita, ornamen hingga penataan yang tepat untuk menampilkan rangkain dengan nilai estetika yang tinggi.

Seperti box bouquet dan everlasting flower ala film Beauty and The Beast yang sedang banyak diminati. Beberapa potong mawar merah yang setengah merekah ditata dalam boks kotak hitam berhias pita. Hasilnya, simpel dan elegan.

Beda lagi pada boks berbentuk oval yang penuh dengan rangkaian mawar berwarna emas dan hitam.  Paduannya menjadikan buket tampil lebih glamor. Atau beberapa tangkai mawar pink yang tampak manis dalam kotak kaca transparan. Rainbow roses pun tak ketinggalan sebagai ucapan untuk mereka penyuka antimainstream. Beberapa boks dan bunga-bunga cantik yang siap dirangkai ini tertata apik dalam store bergaya modern klasik desain Hoeca Studio.

“Untuk box bouquet ini beberapa juga ada yang custom, bisa ditambah dengan macaroon disesuaikan dengan warna bunga agar lebih menarik, dililiti uang kertas sampai ada juga yang minta didalamnya ditambah ayam dan kentang goreng. Yang terakhir biasanya untuk surprise saat ulang tahun, tinggal ditambah lilin,” ujar mahasiswi jurusan Sastra Inggris Universitas Diponegoro ini.

Booming film ternyata juga menginspirasi untuk bisnis florist. Sekuntum mawar dalam etalase kaca mungil yang muncul dalam film Beauty and The Beast menjadi pilihan untuk kado romantis. Lebih istimewa karena mawar yang diambil dapat bertahan hingga dua tahun.“Bunganya asli tapi diberi pengawet, sehingga bisa tahan lama. Sampai saat ini, untuk bunga everlasting masih impor dari Jepang, jadi harganya terbilang masih cukup mahal,” ujarnya.

Begitu juga untuk wedding bouquet yang biasanya terdiri dari rangkaian mawar dan baby breath yang harus impor terlebih dahulu. “Bunga yang diambil tergantung permintaan, tapi saya tetap mengutamakan kualitas dan tidak melenceng dari konsep florist yang saya kembangkan,” ujarnya. (dna/bas)