SEMARANG-Kegiatan Silaturrahim Ulama dan Umaro dalam Rangka Hari Raya Idul Qurban 1438 H dengan tema Dengan Semangat Hari Raya Idul Qurban, Kita Tingkatkan Rasa Kesatuan Dan Persatuan Sebagai Dasar Bela Negara Guna Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia, dilaksanakan Sabtu pagi (2/9) ini. Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang dengan alamat Kampung Malon, RT 01 RW 06, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah Kode Pos 50225 oleh Yayasan Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang 2017.

Acara tersebut menghadirkan Maulana Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Yahya (Pekalongan), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,  Panglima KODAM IV/Diponegoro dan Kepala Polisi Daerah Jawa Tengah.  Termasuk para pejabat di lingkungan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka mMendukung terciptanya stabilitas bangsa dan keharmonisan antar elemen masyarakat sipil, menanamkan nilai-nilai agama Islam, khususnya ajaran thariqah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bentuk semangat juang, pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas dan semangat nasionalisme kepada masyarakat,” kata Ketua Panitia  Silaturrahim Ulama dan Umaro, Muhammad Sholeh.

Kegiatan tersebut, imbuhnya, untuk memperkokoh kedalaman spiritual dan ketinggian intelektual masyarakat sebagai dasar penghayatan dan pengamalan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar negara. “Melalui acara ini, kami berharap terciptanya rasa kesatuan dan persatuan. Semangat bela negara yang kokoh selaras dengan nilai-nilai agama yang dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah, TNI dan aparat penegak hukum perlu memantapkan peran masyarakat pengamal thariqah yang tangguh, kuat dan mandiri dalam satu kesatuan guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan dalam menciptakan bela negara yang kokoh.  “Kami mengharapkan adanya kedalaman spiritual dan ketinggian intelektual masyarakat untuk menghayati nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama. Selain itu, terjalinnya hubungan baik antara sipil, pemerintah, TNI, dan aparat penegak hukum dengan masyarakat,” katanya. (ida)