TUNGGU GILIRAN : Sejumlah warga mengantre untuk menukarkan kupon dengan 1 kilogram daging kurban yang dibagikan pihak Masjid Agung Kota Magelang, Jumat (1/9) (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
TUNGGU GILIRAN : Sejumlah warga mengantre untuk menukarkan kupon dengan 1 kilogram daging kurban yang dibagikan pihak Masjid Agung Kota Magelang, Jumat (1/9) (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

TEMANGGUNG – Tim monitoring penyembelihan hewan kurban Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Temanggung, Jumat (1/9), melakukan pemantauan di beberapa titik pusat penyembelihan hewan kurban.

Dari beberapa titik yang dikunjungi, tim mendapati temuan berupa cacing hati atau fasciolosis dalam organ hati sapi di lokasi penyembelihan hewan kurban Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Muhammadiyah Ranting Kowangan Kecamatan Temanggung.

Kepala Disnakan Kabupaten Temanggung Slamet Saryono menuturkan, tujuan pemantauan untuk melindungi dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat dari serangan berbagai jenis penyakit bawaan hewan saat pelaksanaan Idul Adha tahun 2017 ini. Dalam pemantaun tersebut pihaknya mengambil delapan belas sampel hati sapi yang diperiksa.

“Dari 18 sampel itu, kami menemukan 5 hati sapi yang terindikasi mengidap penyakit cacing hati. Kami menemukan cacing jenis fasciola hepatica di dalamnya,” kata Slamet di sela pemenatauan, kemarin.

Slamet melanjutkan, atas temuan itu, tim monitoring langsung membawa organ hati yang terserang penyakit itu untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. Pasalnya, apabila ikut dikonsumsi, besar kemungkinan masyarakat akan terserang penyakit diare. Adapun untuk bagian lain seperti daging dinilai masih layak untuk dikonsumsi.

Masih menurut Slamet, meski mendapati temuan cacing hati dalam tubuh sapi yang dijadikan hewan kurban, namun, dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu resah. Menurutnya, penyitaan dan pemusnahaan hati yang dilakukan oleh petugas hanya didasari oleh faktor estetika semata. “Sebenarnya cacing hati tidak berbahaya, hanya saja apakah tidak jijik jika kita mengonsumsinya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, cacing yang berada di dalam hati sapi maupun domba sebenarnya akan mati jika dipanaskan pada suhu tinggi. Penyebab munculnya cacing dalam organ hati tersebut adalah makanan ternak yang biasanya berasal dari jerami padi. Penularannya sendiri terutama melalui perantara siput.

Sementara itu, Masjid Agung Magelang membagikan 700 kupon kepada warga Kota Magelang dan sekitarnya untuk mendapatkan 1 kilogram daging kurban. Jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 3 sapi dan 23 kambing.

“Setiap orang yang sudah mendapatkan kupon, langsung cap jari dengan tinta, agar kami bisa membedakan mana yang sudah dapat dan mana yang belum,” kata Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Kauman Kota Magelang Hernowo, kemarin.

Ia mengakui, jumlah warga yang datang mengantre kupon jauh lebih banyak dari yang disediakan. “Mereka datang kurang pagi, sehingga nggak dapat kupon. Kalau ada sisa, baru kami berikan,” ungkapnya.

Pantauan Koran ini, sejumlah warga yang tak kebagian kupon tetap sabar menunggu di teras masjid. Mereka berharap, ada daging sisa yang bisa mereka bawa pulang.

Selain itu, ada juga seorang kakek yang menemui takmir masjid karena merasa kehilangan kupon. Dia adalah Madiyono, 95, warga Karanggading, Kota Magelang. Saat ditanya mengapa kuponnya bisa hilang, Madiyono menjawab sambil menunjukkan saku celananya bolong. “Saya tidak bohong, kupon saya jatuh. Jari saya juga masih ada biru-birunya (tinta, Red) walaupun sudah tidak begitu terlihat,” tuturnya.

Dengan sigap, panitia takmir mencari Madiyono ke dalam daftar nama penerima. Beruntung, namanya tertera. Madiyono pun merasa lega, pulang tanpa tangan kosong. (san/put/lis/ton)