UNGARAN – Sekertaris Desa (Sekdes) yang baru diminta untuk mematuhi aturan dan ketentuan dalam pengelolaan keuangan desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono mengungkapkan hal tersebut supaya dalam mengelola dana desa yang nilainya cukup besar tidak terjadi penyimpangan atau melanggar hukum.

“Dalam mengelola dan melaksanakan dana desa yang nilanya cukup besar harus sesuai aturan dan ketentuan. Sehingga pengelolaan keuangan desa tidak terjadi penyimpangan. Jangan mengambil langkah diluar ketentuan dan aturan yang berlaku,” ujar Yoseph.

Menurut Yoseph, Sekdes bisa konsultasi ke pemerintah kecamatan atau kabupaten bila menemui kesulitan atau tidak paham dalam melaksanakan Dana Desa (DD). Bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang membuka diri jika ada kades atau sekdes yang mau konsultasi menyangkut pengelolaan keuangan desa yang baik dan benar.“Kejari membuka ruang untuk menerima konsultasi. Kalau memang tidak bisa datang ke kantor, bisa konsultasi lewat telpon,” katanya.

Yoseph mengatakan, untuk peningkatan kapasitas Sekdes dalam mengelola keuangan desa pihaknya memberikan bimbingan teknis (Bimtek) terhadap seluruh Sekdes baru di Kabupaten Semarang. Bimtek angkatan I dilaksanakan di Kantor Dispermasdes. “Pematerinya dari Kejari Kabupaten Semarang, Polres Semarang, Barenlitbangda, Inspektorat dan Dispermasdes,” ungkapnya.

Dikatakan Yoseph, Sekdes baru peserta Bimtek diberikan pembekalan secara teknis terkait penyelenggaraan pemerintahan desa yang meliputi penyusunan perencanaan, pengelolaan keuangan dan pengawasan termasuk masalah tipikor.

“Pembekalan teknis ini guna memperlancar tugas sebagai Sekdes. Para Sekdes harus memahami pengelolaan keuangan desa dan pelayanan administrasi dan ketatausahaan perkantoran,” jelasnya.

Yoseph menambahkan, tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Bimtek adalah Sekdes yang mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai sekretaris. “Sekaligus menguasai dan memahami dari segala aspek termasuk aspek ketaatan. Harus profesional,” imbuhnya. (ewb/bas)