Rumah Terbakar Saat Antar Hewan Kurban

348
TERBAKAR: Beberapa warga dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api yang membakar bagian rumah warga Desa Kalitangi Kecamatan Jambu, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERBAKAR: Beberapa warga dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api yang membakar bagian rumah warga Desa Kalitangi Kecamatan Jambu, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Ditinggal mengantarkan hewan kurban, rumah Saifudin, 56, warga Desa Kalitangi Kecamatan Jambu di lalap si jago merah, Jumat (1/9). Panuturan beberapa saksi mata, kejadian tersebut diketahui pada pukul 08.30 WIB.

Salah satu saksi mata yang juga tetangga korban, Adi Suratmo, 27, mengungkapkan sebelum diketahui asap pekat terlihat dari bagian belakang rumah tersebut. “Saya langsung memanggil beberapa warga yang melintas untuk diajak melihat dekat, karena posisi rumah dikunci,” kata Adi.

Adi mengaku sempat kaget ketika ternyata api sudah menjalar ke bagian atap dapur rumah. Sontak ia bersama Rofi’un, 34, saat itu langsung berusaha mencari peralatan seadanya untuk memadamkan api.“Ambil ember dan air. Mas Rofi’ lari memanggil warga yang lain untuk meminta bantuan,” katanya.

Saat kejadian, tidak banyak warga yang mengetahui karena tengah sibuk memotong daging kurban. Tak lama berselang, puluhan warga setempat pun mendatangi lokasi. Mereka bahu membahu mencoba memadamkan api yang sudah menjalar ke bagian atap rumah korban. Api cepat menjalar dikarenakan bangunan rumah semi permanen terbuat dari kayu. “Beberapa ada yang masih di pemotongan hewan kurban, beberapa warga yang lain membantu padamkan api. Intinya bagi tugas,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran pun datang ikut membantu proses penjinakan api. Ketika dikonfirmasi, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang ,Tajudin Noor mengungkapkan pihaknya menerjunkan tiga truk tangki pemadam.“Kejadian pastinya yang kita ketahui dari laporan warga pukul 08.30 WIB pagi,” ujar Tajudin.

Dijelaskannya, kebakaran berasal dari sebuah tungku di dapur yang saat itu dibiarkan menyala oleh pemilik rumah.“Pemilik rumah keluar sebentar untuk mengantar hewan kurban, mungkin lupa mematikan tungku,” ujarnya. Karena rumah terbuat dari kayu, api mudah menjalar ke bagian atap rumah korban. “Api dari tungku menjalar ke tumpukan kayu yang letaknya hanya beberapa sentimeter dari tungku, lalu menjalar,” katanya.

Beruntung api bisa dipadamkan hingga tidak menyentuh semua bagian rumah korban. Beberapa barang berharga seperti alat elektronik berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang.

Dikatakan Tajudin, dari peristiwa tersebut taksiran kerugian mencapai Rp 7 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban saat ini masih diungsikan di rumah tetangga yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. (ewb/bas)