TERUS BERSIAP: Tim sepak bola Semarang yang disapkan menghadapi Porprov Jateng terus mempersiapkan diri di sisa waktu ini (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERUS BERSIAP: Tim sepak bola Semarang yang disapkan menghadapi Porprov Jateng terus mempersiapkan diri di sisa waktu ini (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Tim sepak Porprov Kota Semarang terus mematangkan bentuk permainan. Pola bola-bola pendek dan serangan cepat selama ini menjadi ciri, diperkuat dengan organisasi permainan yang solid.

Pelatih tim Porprov Ahmad Wiryo juga menuntut pemainnya lebih agresif saat dilapangan. Dalam waktu dekat ini, dia akan menentukan pemain inti yang berkostum Kota Semarang.”Kami menjalin komunikasi dengan salah satu tim Liga 2 untuk beruji coba. Jeda laga Liga 2 cukup panjang tentu sangat baik untuk melakukan uji coba. Jika sepakat, latih tanding nanti juga sekaligus sebagai salah satu bahan evaluasi menentukam pemain inti,” tutur Wiryo.

Untuk babak kualifikasi nanti, kuota pertim maksimal 30 pemain. Adapun untuk wilayah belum ditentukan. Juru taktik asal PS Biprada itu akan mendaftarkan 25 pemain untuk pra-Porprov nantinya. Saat ini, timnya butuh banyak uji coba untuk menghadapi babak kualfikasi yang akan diputar pada 1 Oktober mendatang.

”Kami terus mematangkan bentuk permainan yang masih labil. Uji coba terakhir, melawam tim Porprov Jepara sangat terlihat permainan anak-anak kurang berkembang ketika mendapat pressure ketat dari lawan. Sebagai tim yang dibangun dengan karakter menyerang, harus bisa cepat keluar dari tekanan. Dengan cara bermain cepat dan pemain tak terlalu lama menguasai bola,” jelas dia.

Dia menilai saat ini level permainan skuad arahannya masih berkisar 70 persen dari kemampuan terbaiknya. Kekurangan ini yang akan dikejar di sisa waktu yang ada. Wiryo yakin pemain punya komitmen tinggi untuk menaikkan permainan mereka. Timnya butuh pemain yang punya komitmen tinggi membela Kota Lumpia saat babak kualifikasi nanti.

”Yang menjadi catatan kami, terus melakukan tekanan tetapi sangat minim peluang. Ini juga menjadi bahan evaluasi bagaimana meningkatkan ketajaman penyerang dan pemain lainnya. Organisasi permainan sudah bagus. Tetapi itu percuma jika tidak bisa mencetak gol,” tandas Wiryo.

Manajer tim porprov Kota Semarang Andy Kridasusila mengatakan, membuka pintu jika memang diperlukan penambahan pemain. ”Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih terkait kebutuhan pemain. Saya melihat lini belakang sisi kiri masih perlu polesan. Tapi kami yakin, semua bisa dibenahi. Masih ada waktu,” tutur Andy yang juga Wakil Rektor II USM itu. (bas)