Modal Tiket Promo, Pernah Kehabisan Uang di Perjalanan

279
CINTA INDONESIA: Fafan Suryo saat melakukan plesiran seorang diri (DOKUMEN PRIBADI).
CINTA INDONESIA: Fafan Suryo saat melakukan plesiran seorang diri (DOKUMEN PRIBADI).

Fafan Suryo memiliki hobi plesiran seorang diri atau single travelling. Sejumlah destinasi wisata di Indonesia dan sejumlah negara pernah dikunjungi. Semuanya dilakukan dengan uang saku pas-pasan. Seperti apa?

CLARISA INDA OKTAVIANA

BERJALAN– jalan ke suatu tempat bersama keluarga dan teman – teman mungkin sudah biasa. Namun bagi Fafan Suryo, menjelajahi berbagai tempat sendirian jauh lebih menyenangkan. Pria yang berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Semarang ini mulai rutin travelling sejak 2015. Hanya dengan modal niat dan tiket promo yang dibeli dari uang jajannya, ia berhasil berpergian seorang diri ke berbagai tempat yang ada di Indonesia bahkan luar negeri.

“Awalnya itu benar-benar travelling sendiri gara-gara dapat tiket promo kereta, itu pergi ke Cirebon, karena yang dekat-dekat dulu. Setelah Cirebon lanjut  ke Lombok. Baru setelah itu ketagihan dan mencoba keluar,” ucap Pampam, sapaan akrabnya, menceritakan pengalaman kali pertama travelling seorang diri.

Meskipun masih berstatus mahasiswa, ternyata kendala keuangan bukan suatu hal yang menghalangi niat Pampam untuk terus melaksanakan hobinya ini. Terbukti beberapa bulan lalu, pria berusia 21 tahun itu berhasil mengunjungi berbagai negara di ASEAN selama 14 hari, di antaranya Vietnam, Kamboja, Bangkok Thailand, dan Malaysia.

Ia mengunjungi, sebanyak delapan kota yang tersebar di empat negara tersebut. Putra pasangan Fajar Basuki dan Tri Munindrawati ini berhasil memperoleh tiket promo dari berbagai maskapai penerbangan ataupun kereta api.

Hal ini, menurut Pampam, merupakan cara yang paling mudah untuk menekuni hobi travellingnya. Sebab, bagi Pampam yang belum memperoleh penghasilan sendiri, travelling sendiri ini merupakan hobi yang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Meskipun begitu, untuk mendapatkan tiket promo yang diinginkan, Pampam memang harus menunggu waktu sedikit lebih lama.

Selain itu, menabung juga menjadi salah satu cara yang dilakukan Pampam untuk mendukung hobinya ini. Biasanya Pampam berhasil mengumpulkan tabungan mulai Rp 2 juta – Rp 5 juta untuk dijadikannya uang saku selama travelling.

Sambil menunggu tabungannya cukup serta menunggu tiket-tiket promo, Pampam juga lebih sering menghabiskan waktunya menelusuri laman – laman yang ada di internet. Dengan lebih dahulu mencari tahu tentang kondisi tempat yang akan dikunjungi, akan memudahkan Pampam untuk lebih cepat beradaptasi ditempat – tempat tersebut.

Bagi Pampam, travelling sendirian ke negara lain merupakan caranya untuk dapat membuka diri terhadap orang lain. Berbagai perbedaan budaya yang ditemui secara tidak langsung memaksa Pampam untuk mau membuka komunikasi dengan orang lain untuk mencari tempat atau sekadar menanyakan harga di suatu tempat yang dikunjungi.

“Dengan kita travelling sendiri, bertemu dengan orang lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda dengan kita membuat kita sadar bahwa negara kita pun tidak kalah bagus dibanding dengan negara lain. Perbedaan budaya tersebut yang membuat kita makin cinta dengan Indonesia,” tegas Pampam.

Tidak hanya negara – negara yang ada di ASEAN, berbagai wilayah di Indonesia pun sudah pernah didatanginya seorang diri, yakni Cirebon, Lombok, Banyuwangi, Bali, Sumbawa, dan lainnya. Tidak perlu menghabiskan waktu yang lama, bagi Pampam 7 hari saja sudah cukup untuk menikmati suatu tempat yang ia kunjungi.

Selama waktu tersebut pun biasanya ia hanya memilih beberapa tempat saja untuk dikunjungi. Tempat – tempat yang berkaitan dengan alam dan bangunan lawas menjadi prioritasnya.

Sebagai mahasiswa, tentu Pampam juga memerlukan izin dari kedua orangtuanya jika akan travelling.

Menurut Pampam, orangtuanya pernah khawatir saat ia kali pertama pergi ke Lombok seorang diri. Saat itu, Pampam baru meminta izin orangtuanya saat ia sudah berada di atas kapal. Namun, untungnya orangtuanya tetap mengizinkan Pampam untuk melanjutkan perjalanannya.

Selama travelling pun, Pampam memiliki kebiasaan untuk selalu memberi kabar kepada orangtuanya saat sudah sampai di tempat tujun. Hal ini disebut Pampam sudah menjadi budaya dalam keluarganya.

Selama menjadi seorang single traveller, Pampam memiliki banyak pengalaman berkesan. Salah satunya saat ia mengunjungi Angkor Wat yang berada di Siem Reap, Kamboja, beberapa waktu lalu. Sebab, destinasi wisata  itu adalah kali pertama ia melihat lokasi syuting Tom Raider secara langsung dan membuatnya sangat berkesan. Selain itu, pria yang lahir pada 13 Juni ini juga bersyukur karena belum pernah mengalam pengalaman pahit.

Dalam perjalanannya pun Pampam mengalami banyak kejadian lucu. Salah satunya ia kehabisan uang saku di perjalanan ke Lombok. Dengan terpaksa, Pampam pun meminta uang saku tambahan terlebih dahulu kepada orangtuanya.

Dari banyaknya pengalaman tersebut, Pampam pun menyadari bahwa tidak banyak warga Indonesia yang cukup berani untuk melakukan travelling seorang diri ini. Namun bagi Pampam, hobi ini memang harus terlebih dahulu diawali dengan niat yang kuat. Sebab, kalau sudah didahului oleh niat, segala informasi akan lebih mudah diperoleh, termasuk salah satunya berbagai informasi tentang promo tiket yang murah.

“Warga Indonesia tidak harus takut untuk memulai perjalanan seorang diri, karena dengan begitulah wawasan kita dapat terbuka luas,” katanya. (*/aro)