DPRD Kota Magelang Tak Ada Reses

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MAGELANG – DPRD Kota Magelang hingga saat ini tidak melakukan reses seperti di kota dan kabupaten lainnya. Pasalnya, wilayah Kota Magelang cukup kecil sehingga dalam ketentuannya tidak memenuhi.

“Dalam ketentuan undang-undang dan tata tertib DPRD disebutkan bahwa reses dengan jarak minimal 18 km dari daerah setempat. Kota Magelang tidak sampai 18 km jaraknya. Jadi sejak dari dulu kita tidak ada reses, sehingga anggota dewan tetap berkantor seperti biasanya, ” kata Ketua Komisi C DPRD, Budi Prayitno, saat ditemui Kamis (31/8) lalu.

Meskipun DPRD Kota Magelang tidak ada reses, Budi mengatakan, setiap anggota dewan sudah seringkali bertemu dengan para konstituen dalam menyampaikan aspirasinya. Masa reses terdahulu, menurut Udik –sapaan akrab Budi Prayitno- hanyalah istilah saja karena sebelumnya program tersebut bernama jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat).

Karena tidak ada reses di DPRD Kota Magelang, maka pihaknya tidak mengganggarkan tunjangan reses. “Sebenarnya pernah kami akan memasukan anggaran reses, namun karena ketentuan yang ada tidak memenuhi sehingga kami tidak pernah memasukkan ke dalam anggaran. Ya karena ketakutan para pengguna anggaran, padahal sebenarnya reses adalah salah satu kegiatan rutin anggota dewan, ” ujar ketua DPC PDI Perjuangan Kota Magelang tersebut.

Saat ini, pihaknya juga mengalami kebingungan terkait dengan penerapan PP Nomor 18 yang mensyaratkan adanya kegiatan reses. Meskipun begitu, menurut Udik, ketentuan baru tersebut bersifat luwes karena tunjangan reses nantinya include atau melekat di dalam tunjangan yang diterima anggota dewan setiap bulan.

“Jadi untuk anggota dewan nanti setiap bulan selain mendapat tunjangan transportasi, tunjungan bulanan lain, juga mendapat tunjangan reses setiap bulan. Dan wajib hukumnya setiap anggota dewan melaporkan kegiatan reses setiap bulan sebagai bentuk pertanggungjawaban penerimaan tunjangan itu, ” kata Udik.

Plt Ketua DPRD Kota Magelang, Titek Utami, membenarkan bahwa DPRD Kota Magelang tidak ada agenda reses. “Jadi anggota dewan ya berkantor seperti biasanya. Dalam penerapan PP Nomor 18 memang nantinya tunjungan reses diterima oleh anggota dewan. Jika nanti anggota dewan tidak melakukan kunjungan setiap bulan ya yang bersangkutan tidak akan menerima tunjangan. Karena ada pertanggungjawabannya, ” beber Ketua DPD Golkar tersebut. (cr3/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -