Bersyukur Bebas Rob, Ganjar Berkorban Sapi 1 Ton

375
SERAHKAN HEWAN KURBAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menyerahkan hewan korban sapi seberat 1 ton kepada Kepala Desa Mulyorejo, Eko Mubarok, kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SERAHKAN HEWAN KURBAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menyerahkan hewan korban sapi seberat 1 ton kepada Kepala Desa Mulyorejo, Eko Mubarok, kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Sebagai ungkapan rasa syukur atas terbebasnya banjir rob yang telah melanda Desa Mulyirejo, Tegal Dowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkurban satu ekor sapi jenis simental.

Hewan kurban tersebut diserahkan kepada panitia kurban usai melaksanakan salat Idul Adha bersama warga Desa Mulyorejo, di Masjid Al Mukharom, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9) kemarin. Salat Idul Adha ini merupakan salat pertama, setelah sembilan tahun lamanya masjid tersebut terendam banjir rob sehingga tidak bisa digunakan.

Kepala Desa Mulyorejo, Eko Mubarok, mengungkapkan bahwa Masjid Al Mukharom, Desa Mulyorejo, selama sembilan tahun tidak bisa digunakan untuk salat Idul Fitri maupun Idul Adha, karena sepanjang jalan di sekitar masjid terendam banjir rob. “Salat Idul Adha ini adalah salat Ied pertama pasca bebas banjir rob,” tandasnya.

Menurutnya, warga merasa senang Gubernur Ganjar dapat menginap di rumah warga Desa Mulyorejo dan salat Ied serta berkorban dengan menyerahkan sapi seberat 1 ton untuk warga Desa Mulyorejo. “Sapi kurban seberat 1 ton ini, seperti syukuran buat kami. Dagingnya akan kami bagikan tidak hanya di Desa Mulyorejo, namun juga di Desa Tegaldowo dan Karangjompo yang sebelumnya mengalami banjir rob,” ungkap Mubarok.

Gubernur Ganjar kepada jamaah salat Ied mengharapkan agar Idul Adha dijadikan sebagai momentum berbagi antar sesama, baik pemerintah desa maupun kabupaten dan provinsi. Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kerukunan, solidaritas dan menghindari fitnah.

“Tidak ada fitnah-fitnahan, masyarakat harus rukun dan gotong royong terjaga. Kita dengar kemarin habis ada yang jualan umrah murah dan sekarang malah ada jualan fitnah. Itu semua harus dihilangkan agar masyarakat bisa hidup dengan tenang dan tentram,” tutur Ganjar.

Gubernur juga menyoroti kekerasan dan ketidakadilan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar. Menurutnya, konsep Islam rahmatan lil alamin penting diaplikasikan, yaitu tidak hanya untuk warga seagama, tapi juga dengan agama lain. “Umat muslim di Rohingya sekarang tidak bisa ibadah dengan tenang. Kita prihatin. Sampai-sampai Menteri Luar Negeri (Menlu) RI juga bingung bikin solidaritas. Disana agama-agama berselisih, tapi di sini di Indonesia, saling tolong menolong dengan agama lain,” ujar dia.

Gubernur Ganjar juga menegaskan dipilihnya lokasi salat Idul Adha di Desa Mulyorejo atau pesisir Pekalongan, agar bisa bersilaturahmi langsung dengan berbagai kalangan masyarakat. Serta ingin mengetahui keadaan desa yang sebelumnya banjir rob, kini telah bebas dari banjir rob.

Disamping itu, pihaknya juga ingin menyerahkan dua ekor sapi untuk kurban Hari Raya Idul Adha 2017. Satu di antaranya sapi seberat 1 ton yang diserahkan untuk kurban di Masjid Al Mukharom Desa Mulyorejo. “Daerah ini sangat membutuhkan, apalagi pernah terdampak bencana rob. Saya harapkan bisa dimanfaatkan dengan baik. Saya sebelumnya menginap dan mendengarkan berbagai masukan dari warga. Ini sangat baik untuk mendapat informasi. Bahkan, banyak ide bagus yang bisa ditindaklanjuti,” tegas Gubernur. (thd/ida)