Tidak Ingin Ada Love-Love-an dan Rumah Pohon

Mengenal Tempat Wisata Bukit Selfi di Kepil

295
HUTAN PINUS: Sejumlah wisatawan sedang berada di pintu masuk Bukit Selfi Desa Ropoh Kecamatan Kepil (AHMAD ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).
HUTAN PINUS: Sejumlah wisatawan sedang berada di pintu masuk Bukit Selfi Desa Ropoh Kecamatan Kepil (AHMAD ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).

Potensi besar pada bidang wisata membuat desa-desa di Wonosobo berlomba membuka tujuan wisata baru. Objek yang bisa jadi ajang foto-foto menjadi daya tarik tersendiri. Seperti apa?

Desa Ropoh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo salah satunya. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) bersama pemerintah desa setempat mulai membuka tempat wisata baru yang diberi nama Bukit Selfi.

Ada ribuan pohon pinus menjulang tinggi di kawasan hutan Bukit Selfi. Terdapat puluhan spot untuk berswafoto. Juga warung-warung untuk minum kopi dan beristirahat sejenak menikmati sejuknya alam.

Meski dinamakan bukit selfie, pihak Pokdarwis dan pemerintahan desa berkomitmen tidak akan mengubah fungsi hutan. Mereka tidak akan menyediakan spot-spot foto yang berpotensi merusak lingkungan. Yang ingin disajikan ke wisatawan ialah, suasana tenang, sejuk, asri di wisata bukit selfie. Spot untuk foto tetap ada, namun kecil-kecil. Tidak semewah di tempat wisata lain.

“Kita tidak pingin ada lovelove-an. Tidak ingin buat rumah pohon. Kita khawatir justru hutannya malah rusak,” jelas salah satu anggota Pokdarwis Desa Ropoh, Kuat, saat menemani wartawan koran ini berkeliling di Bukit Selfi.

Untuk menikmati hutan yang sejuk itu, saat ini belum dikenakan retribusi. Konon, tiket baru akan diberlakukan ketika gardu pandang sudah selesai dibangun. Pewisata hanya dikenakan tarif parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 4.000 untuk roda mobil.

Lokasi wisata tersebut berada tepat di atas Ropoh atau berdekatan dengan jalur alternatif Wonosobo-Magelang via Beran-Ropoh. Lokasi wisata ini satu arah dengan Curug Sewu milik Magelang.

Untuk sampai ke lokasi, wisatawan tak perlu ngoyo. Sepanjang jalan, hingga sampai lokasi Bukit Selfi, jalannya sudah mulus. Tidak menanjak ekstrem seperti bukti-bukti tempat lain.

Hanya saja, papan informasi menuju lokasi ini masih minim. Perlu tanya pada warga sekitar agar tidak kesasar.

Bukit Selfi rencananya akan dilengkapi dengan 1 gardu pandang setinggi pohon pinus. Kisarannya 25-35 meter. Hanya ada 1 gardu pandang di tempat yang lapang.

“Kita akan berlakukan tiket kalau tower itu jadi. Dan kita hanya akan buat satu saja,” katanya.

Keindahan yang ditawarkan di sana adalah foto-foto dengan latar belakang pohon pinus yang berjajar. Adapula spot foto seperti di wisata Kragilan Magelang. Model bisa bergaya di atas jalan aspal dengan samping kiri kanannya pohon pinus yang berjajar rapi. Kebetulan jalan aspal tersebut merupakan jalan penghubung desa yang tidak terlalu ramai.

Sekdes Ropoh Dedy Setyo Asmoro menambahkan, rata-rata yang berwisata ke tempat tersebut rela untuk datang kedua dan ketiga kalinya. Biasanya wisatawan pertama datang sendiri atau berdua kemudian esoknya datang lagi dengan membawa rombongan. Dalam sepekan, tujuan wisata baru ini mampu menarik sekitar 2.000 wisatawan untuk berkunjung.

“Bukit Selfi telah di-launching belum ada setahun. Dan Alhamdulillah animo pengunjung cukup bagus,” kata Dedy.

Kawasan Desa Ropoh dikelilingi hutan milik Perhutani. Kondisi ini yang kemudian ditawarkan ke wisatawan. Alam yang sejuk, hutan dengan pohon-pohon tinggi. Ke depan, Bukit Selfi akan dilengkapi dengan kawasan berkemah. Sehingga wisatawan yang ingin menginap bisa membangun tenda di lokasi yang telah disediakan. (ahmad.zainudin/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here