EVAKUASI : Petugas dari Polsek Pedurungan melakukan evakuasi mayat Jumani ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk keperluan penyelidikan (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
EVAKUASI : Petugas dari Polsek Pedurungan melakukan evakuasi mayat Jumani ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk keperluan penyelidikan (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Warga Jalan Sido Drajat Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan digegerkan adanya temuan mayat yang sudah membusuk. Mayat berjenis kelamin laki-laki ini, diduga telah meninggal lebih dari empat hari di bawah tempat tidur.

Mayat tersebut diketahui bernama Jumani, 68, pensiunan pegawai Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Tubuhnya ditemukan sudah meninggal di dalam rumahnya di Jalan Dido Drajat XII Nomor 65 RT 004/003 Kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan, Rabu (30/8) kemarin, sekitar pukul 13.00.

Kali pertama, jasad Jumani ditemukan dalam kondisi tengkurap di bawah tempat tidur di kamarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, mayat tersebut kali pertama diketahui ketika tetangga korban bernama Suparmo, 55, dan Lia Yatimah, 86, serta tetangga sekitar, mencium bau menyengat yang tidak enak, pada Rabu (30/8) sekitar pukul 11.30. Mereka yang tadinya cuek, lama kelamaan penasaran dan mencari sumber bau tesebut. “Setelah dicari, ternyata berasal dari rumah itu (Jumani, red),” ungkap Suparmo, di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/8) kemarin.
Karena penasaran, Suparmo dan tetangganya lantas memberanikan diri masuk ke dalam rumah Jumani yang selama ini tinggal sendirian. Ternyata pintu rumahnya tidak terkunci. Sesampai di dalam rumah tersebut, bau tersebut semakin menyengat. Semula diduga bangkai binatang.

“Pas masuk ke dalam agak gelap, kemudian keluar mencari senter. Begitu masuk ke dalam, sumber baunya di bawah dipan tempat tidur. Setelah saya lihat ke bawah ada tubuh manusia tertelungkup,” katanya.

Selanjutnya temuan ini disampaikan kepada Ketua RT 4, Tarmuji. “Dikiranya bau bangkai tikus apa werok di tempat sampah. Tapi setelah bangkai hewan itu diambil tukang sampah, ternyata masih ada. Bahkan ada lalat banyak yang keluar masuk di dalam rumah yang ditinggali Pak Jumani,” jelasnya.
Tarmuji membeberkan, Jumani yang tinggal seorang diri, memang jarang keluar rumah. Kalaupun keluar, hanya membeli kebutuhan makan setiap harinya. “Dia memang jarang keluar rumah. Beberapa hari ini dipanggil-panggil tetanggnya, tidak keluar (rumah, red),” terangnya.

Menurut informasi, Jumani sebenarnya memiliki tiga anak. Namun ada yang tinggal di Semarang, ada yang di Bandung dan Jakarta. Meskipun salah satu kerabatnya meminta supaya Jumani ikut tinggal bersama anaknya, namun Jumani tidak mau dan memilih tinggal di rumahnya sendirian. “Biasanya keponakannya yang di Semarang saya suruh nengok. Tapi beliaunya (Jumani, red) kurang senang kalau ditengok,” ungkap salah satu keluarga Jumani yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Pedurungan yang mendapat laporan langsung meneruskan ke Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Diduga sudah meninggal lebih dari empat hari. Sudah membusuk, kulit kepala bagian rambut sudah mengelupas. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga sakit,” ungkap Kanit Inafis Polrestabes Semarang Iptu Sawal di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan olah TKP, selanjutnya, jasad Jumani dimasukan ke kantong jenazah dibawa ambulan ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (mha/ida)