33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Nursholeh Didapuk Jadi Plt Wali Kota Tegal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Wakil Wali Kota Tegal, M Nursholeh ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal pasca Wali Kota Siti Masitha ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat Keputusan (SK) Plt Wali Kota Tegal itu diserahkan langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (31/8) kemarin.

“Semalam saya mendapatkan surat dari Mendagri tentang penunjukan pelaksana tugas, pagi ini saya tanda tangani,” kata Ganjar.

Gubernur meminta Nursholeh memimpin penataan organisasi berkoordinasi bersama Pemprov Jateng dan KPK. Ganjar pun berpesan kepada Nursholeh untuk serius melayani rakyat. “Bagaimana agar kita dipercaya rakyat, gimana caranya kita punya kesadaran, caranya sabar, piye carane musibah ini jadi pelajaran agar tidak terulang terus,” pesannya.

Dalam penataan organisasi, Ganjar berpesan agar jabatan yang masih dipimpin Plt segera didefinitifkan. “Proses seleksi secara terbuka, tidak ada lagi jual beli jabatan,” tegasnya.

Dia juga meminta jabatan para aparatur sipil negara (PNS) yang di-nonjob-kan Siti Masitha harus dikembalikan. Mereka harus menduduki jabatan semula seperti yang diperintahkan pengadilan. “Yang nonjob itu kembalikan, angkat lagi, sudah ada keputusan pengadilan harus dilaksanakan sebagai bentuk konstitusionalisme. Nanti ada evaluasi dan penataan, yang penting haknya kembalikan dulu,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, juga melaksanakan penataan organisasi agar pemerintahan kembali kondusif dan responsif melayani masyarakat. “Segera kompakkan jajaran birokrasi. Ini momentum yang baik untuk memperbaiki pemerintahan,” tegasnya.

Sementara itu, Nursholeh menyatakan siap bekerja sepenuh hati setelah mendapat surat keputusan menjadi Plt Wali Kota Tegal. “Yang pertama saya lakukan adalah mengikuti arahan dari Pak Ganjar untuk kembali menata birokrasi di Kota Tegal,” terangnya.

Dia pun berharap agar seluruh jajaran birokrasi mengambil hikmah dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Siti Mashita Soeparno dan tidak melakukan hal serupa karena akan menampar seluruh aparat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal.

Diakui, OTT KPK tersebut sangat tidak menggembirakan meski ada sebagian yang melakukan sujud syukur atas kejadian tersebut. “Ada yang menganggap ini kemenangan rakyat Tegal, terutama bagi PNS yang nonjob,” terangnya.

Dijelaskan, nonjob ini bermula ketika mereka mengkritik kepemimpinan Sitha. Pemerintahan Sitha dianggap tidak berjalan dengan baik karena adanya ketidakharmonisan dengan Nursholeh selaku Wakil Wali Kota. Sitha juga disebut berlaku arogan dan sewenang-wenang terhadap aparat birokrasi di lingkungan Pemkot Tegal.

Kritikan tersebut berdampak serius. Pada 21 April 2015, Sitha menerbitkan Surat Keterangan (SK) nonjob dan pembebasan jabatan kepada 15 PNS eselon II dan III.

Khaerul Huda salah seorang PNS yang dinonjobkan menyebut terdapat sepuluh PNS eselon II dan lima PNS eselon III. Khaerul dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan. Khaerul memang dikenal vokal mengkritisi pemerintahan Sitha.

Penerbitan SK ini direspons dengan aksi unjuk rasa sejumlah PNS dan aktivis Kota Tegal. Mereka menggelar orasi dan melakukan aksi mogok bekerja di sejumlah instansi pemerintahan.

Bukannya dicabut, jumlah PNS yang dicopot malah bertambah. Adalah Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Tegal, Bambang Sugiarto yang harus rela dicopot dari jabatannya pada 7 Mei 2015. Alasan Bambang dicopot diduga karena dirinya ikut serta dalam beberapa kali aksi menolak kepemimpinan Siti Masitha.

Mereka yang dinonjobkan kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang dan menang. Masitha banding ke PTUN Surabaya, namun kemenangan berpihak pada PNS. Hingga Masitha mengajukan peninjauan kembali ke Mahmakah Agung, keputusan tetap berpihak PNS. Meski begitu, sejak putusan berkekuatan tetap pada 2016, Masitha tak juga mengembalikan jabatan PNS. (amh/ida)

Berita sebelumya13 Ahli Waris Terima SK
Berita berikutnyaTalud Pasar Kembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sigit Ibnugroho Tegaskan Dukung Hendi

SEMARANG - Mantan calon Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho melakukan pertemuan dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (24/1). Sayangnya, pertemuan di ruang VIP...

SD Karangturi Sabet Juara Internasional

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kelompok paduan suara SD Karangturi menorehkan prestasi gemilang dengan memenangi lomba paduan suara tingkat Internasional di Singapura 19-22 Juli lalu. Kelompok paduan suara...

FKUB Himbau Warga Tidak Ikut Aksi Borobudur

KENDAL - Tragedi yang menimpa umat muslim Rohingya di   Myanmar bukanlah kasus yang dilatarbelakangi masalah kepercayaan maupun Agama. Melainkan murni tragedi kemanusiaan yang sudah...

Ratusan Pesawat Terbang di Nampirejo

TEMANGGUNG - Lapangan Nampirejo Temanggung, Sabtu (26/3) lalu terasa mirip menjadi bandara. Berbagai macam pesawat parkir dan terbang mengitari langit Nampirejo. Ribuan masyarakat pun...

20 Motor Diamankan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Satlantas Polres Demak kemarin malam berhasil mengamankan sebanyak 20 sepeda motor yang dikendarai para pebalap liar. Mereka terjaring dalam razia dengan...

Kader Posyandu Pelopori Gerakan Sadar Obat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Tiga dosen Farmasi Fikes UM Magelang yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengadakan penyuluhan menggunakan obat yang rasional. Ketiga dosen itu...