Lima Hari Sekolah Dicabut Pemkab

324

PURWOREJO—Pelaksanaan full day school (FDS) lima hari sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Purworejo, akhirnya dicabut Pemkab setempat. Pencabutan berlaku mulai minggu keempat Agustus 2017. Meski begitu, hingga saat ini, masih saja ada sekolah yang memberlakukan FDS.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Purworejo, Dr H Achmad Khasinu, mengatakan, bagi sekolah yang masih memberlakukan lima hari sekolah, segera dievaluasi. “Yang lain sudah kembali ke enam hari sekolah,” kata Achmad Khasinu kepada sejumlah wartawan usai pengukuhan pengurus Dewan Pendidikan Purworejo masa bakti 2017-2022. Pengukuhan berlangsung di Pendapa Rumah Dinas oleh Bupati H Agus Bastian SE MM, baru-baru ini.

Pengurus Dewan Pendidikan yang dikukuhkan, antara lain, Dr. H. Djamal MPd selaku ketua, Sudarman SIP MM (ketua II), serta Drs Muh Hamidi MPd (sekretaris), dan Drs Sunaryo MPd (bendahara), juga pengurus lainnya.

Pelaksanaan lima hari sekolah sejak semester awal 2017, kata Achmad Kasinu, sebenarnya bukan kewajiban. Tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Rencananya, evaluasi dilakukan setelah selesai satu semester. Namun, karena sesuatu hal, pemberlakukan lima hari sekolah—khusunya untuk SD dan SMP—dicabut.

“Untuk tingkat SMA bukan urusan kami, karena sudah menginduk ke provinsi, sehingga menjadi kewenangan gubernur penuh,” jelas Achmad Kasinu.

Awalnya, kata Achmad Kasinu, lima hari sekolah untuk tingkat SD dan SMP akan diberlakuan di Purworejo. Bahkan, Kasinu berharap minimal untuk tingkat SD, satu kecamatan satu sekolah sebagai percontohan. Sedang untuk jenjang SMP, sudah banyak yang menerapkan. Hanya saja, berdasarkan keputusan bupati, akhirnya lima hari sekolah dicabut. (jpg/isk)