33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Bekraf Baru Fasilitasi Lima Sertifikasi

Dari 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia saat ini baru bisa memfasilitasi lima subsektor ekonomoi kreatif dari total 16 subsektor yang ada di Indonesia dengan cara menggarap sistem informasi  sertifikasi profesi dan bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (KHI) dan Regulasi Bekraf RI, Ari Juliano Gema, mengatakan, jika digarapnya sistem informasi tersebut, nantinya akan mempermudah masyarakat atau pelaku ekonomi kreatif dalam mencari informasi mengenai sertifikasi profesi untuk memperkuat kompetensinya.

“Ada total 16 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya musik, film, aplikasi komputer, kriya, kuliner, dan sebagainya. namun saat ini baru ada lima subsektor yang bisa kami fasilitasi,” katanya di sela diskusi Pengembangan Sistem Informasi Standardisasi Kompetensi Profesi Bidang Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Hotel Grand Edge Semarang, Kamis (31/8).

Kelima subsektor yang telah berhasil difasilitasi tesebut adalah pembatik atau pengrajin batik, fotografi, barista atau peracik kopi, animasi, dan digital artis yang berkaitan dengan desain melalui sistem di komputer. Di tahun kerja sama dengan UNNES ini, pihaknya siap menggenjot di bidang sistem informasi agar 11 subsektor yang belum bisa tercover bisa difasilitasi.

Sistem informasi itu akan memuat berbagai informasi mengenai sertifikasi profesi, mulai asesornya, lembaga sertifikasi profesi (LSP), hingga jadwal sertifikasi dilangsungkan,” bebernya.

Kerja sama dengan UNNES sendiri terbagi beberapa tugas, yakni penyusunan kerangka yang dikerjakan oleh UNNES, dan  Bekraf yang mengisi konten-kontennya sesuai dengan 16 subsektor ekonomi kreatif yang terus didorong pengembangannya oleh pemerintah.

“Dengan sistem ini, harapannya bisa mengover semua subsektor. Selain itu juga membantu pelaku ekonomi kreatif, salah satunya terkait informasi pendukung LSP di sekitar, jadwal, dan yang lainnya,” tuturnya.

Ia menerangkan, dalam memfasilitasi sertifikasi profesi, Bekraf selalu menggelar pelatihan sebelum menguji atau memberikan sertifikasi. Sehingga tingkat kelulusannya sangat selektif dan kompetensinya benar-benar teruji.

Meski sertifikat profesi memang belum diwajibkan oleh para pemberi kerja atau perusahaan, tetapi sudah banyak yang lebih mempercayai mereka yang memiliki sertifikat profesi. “Contohnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan pernah menggelar pameran batik. Mereka mencari pembatik-pembatik yang sudah memiliki sertifikat profesi dari Bekraf,” tambahnya.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman mengatakan, kerja sama pertama dengan Bekraf pada tahun kedua ini  mengenai pendataan potensi ekonomi kreatif secara nasional atau di seluruh Indonesia dengan membuat sistem ekonomi kreatif sebagai panduan penggiat ekonomi kreatif.

“Dari sektor ini, ada  peningkatkan nilai ekonomi produk. Apalagi mereka dipandu oleh sistem. Contohnya saja yang  ingin mengembangkan kriya bagaimana, sinematografi bagaimana caranya, dan sebagainya,” katanya. (den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kantor Gubernur Tak Ramah Difabel

SEMARANG – Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar fasilitas publik belum ramah difabel. Termasuk di kantor pemerintahan. Praktis, penyandang disabilitas mengalami kesulitan jika...

Tiba di Semarang, Dua Jenazah Langsung Dimakamkan

SEMARANG - Pasca menjalani tes DNA di RS Bhayangkara Polda Jatim, dua jenazah terduga teroris asal Kota Semarang langsung dipulangkan ke rumah duka di...

Mental Juara!

BANDUNG – PSIS benar-benar membuktikan kelasnya di laga perebutan juara ketiga yang sekaligus perebutan satu tiket tersisa menuju Liga 1 versus Martapura FC di...

75 Pelanggar Lalin Terekam 

SEMARANG – Hari pertama diberlakukannya kebijakan e-tilang CCTV, Senin (25/9) kemarin, ternyata tak membuat sejumlah pengendara  takut. Tercatat sejak pukul 06.00 hingga 04.00, terdapat...

Pengusaha Kuliner Harus Peduli Kesehatan Konsumen

RADARSEMARANG.COM - Pengamat Kuliner Jateng, Sarah Siti Kawiryan Wiryono menilai, terkait fenomena tersebut memang sudah bagian dari pengaruh kota besar dan budaya luar negeri. Namun demikian, perempuan...

Nobar Aksi Polisi di Film 22 Menit

RADARSEMARANG.COM, TEGAL - Sekitar 1.750 warga Kabupaten Batang bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar acara nonton bareng film 22 Menit di CGV...